Adapun maksud pemeriksaan ialah pemeriksaan Volkanologi terhadap kegiatan gunung tersebut ini. SebenarnjA laporan tentang kegiatan gunung tersebut dapat kita ikuti setiap waktu berhubung adanja pos pongamatan dari Urusan Volkanologi (Djawatan Geologi) disana dan ditempati djuga oloh pegawai tetap. Laporan2 tentang kegiatan volkanik oleh jang bersangkutan dikirim setiap bulan ke Djawatan Geologi…
Dalam rangka penyelidikan vulkanologi kegiatan-kegiatan gunung api di Minahasa dan Sangir/Talaud khusus aktif Lokon dan Gunung Api Siau, maka dari Djawatan Geologi/Urusan Volkanologi Bandung telah dikirim ahli-ahli vulkanologi di daerah ini
Dari djarak djauh telah tampak G. Lewotolo jang berada di semenandjung pulau Lomblen (Lembata) sebelah Utara, dengan tampak selalu asap keluar dari kawahnja jang tempo2 tjukup tebal, dari Hadekewa asap tampak keluar dari puntjak dan lereng atas sebelah Timur dan Tenggara. Ili Lewotolo oleh rakjat disekitar gunung umumnja dipandang keramat, rumah-rumah berhala masih banjak terdapat disekitar G.A…
Pada tanggal 1 Maret 1961 K.P.N Siau/Tagulandang mengirimkan kabar bahwa tanggal 28 Februari jam 22.14 Gunung Api Siau aktif kembali s/d 22.31 keluar awan hitam tinggi sekitar 1500 meter dan bebatuan berpijar ke arah barat setinggi kira-kira 300 m dari puncak gunung dan terdengar gemuruh
Gunung Sirung terdiri dari suatu kaldera jang tjukup besar. Lingkaran kawah (kraterrand) mempunjai 4 puntjak jang mengelilingi Kw. Sirung, sebelah Barat/Barat-Daja puntjak G. Sirung (922 mdpl), sebelah Selatan G. Anunggulan (Anunggulan bermaksud tergelintjir sendiri atau Mabagolang bermaksud tempat dingin), sebelah Tenggara G. Sombutang, Timur/Timur-Laut G. Tomajang. Disebelah belakang (Barat/B…
Adapun maksud dari pemeriksaan ini ialah pemeriksaan volkanologi terhadap kegiatan gunung Egon dan bila ternjata terdapat perobahan2 penting mengenai keadaan morpologi sekitar puntjak, akan diadakan djuga pemetaan topografi.
G. Lokon pada waktu ini berada dalam taraf kegiatan. Letusan-letusannya tergolong phrantik yang juga menyebabkan letusan magmatik ataupun sebaliknya. Erupsi uap air ini melemparkan bahan-bahan yang sudah berada didalam kawahnya dan mengingat sifatnya yang sekunder itu lebih sering terjadi setelah turun hujan selama musim hujan
Pada tanggal 28 April 1959, M. Pantouw mengirim radiogram yang berisi mengenai perkembangan G. Lokon dan G. Mahawu untuk tetap diperhatikan. G. Lokon selama 10 hari ini terus terjadi letusan selama 10 hari berturut turut. Hal ini menyebabkan rusaknya tanaman rakyat karena jatuhnya abu
Kawah gunung lokon setelah letusan yang berakhir pada tanggal 28 November 1952 berada dalam keadaan tenang selama lebih kurang 5 tahun lamanya. dalam jangka waktu itu, kawah hanya seolah olah hanya sebagai mengaso saja. Mulai Februari 1958 gunung mulai mengadakan letusan-letusan seperti waktu tahun 1951 s/d tahun 1952
G. Inirie terletak di daerah Ngada disabelnh Selatan Kabupaten Badjawa. Oleh penduduk "INI RIE" diartikan "Ibu jang baik", rupa2-nja sedjak sekitar gunung tsb. didiami oleh penduduk, belum pernah gunung tsb. memperlihatkan amarahnja atau meletus, jang mana menjebabkan kerugian2 bagi penduduk dll. Kesuburan tanah disekitar gunung pun tjukup memuaskan.