Pada Agustus 1986, penulis berkesempatan untuk melakukan perjalanan dinas ke Pos PGA G. Ciremai, G. Guntur, G. Galunggung dan G. Tangkubanparahu dengan SPPD No.994/2/86. Tugas pokok adalah melakukan pengamatan seismik G.Ciremai, akan tetapi disamping itu melakukan inspeksi ke masing-masing Pos PGA di Wilayah Jawa Bagian Barat, guna mendapatkan data situasi keadaan Pos PGA pada saat ini
G. Lamongan (+1670 m) terletak di wilayah Propinsi Jawa Timur yang meliputi Kab. Lumajang dan Probolinggo. Gunung ini merupakan gunungapi strato yang giat (Tipe A) diapit oleh Gunungapi Tengger di sebelah barat dan Gunungapi Iyang ar gopuro di sebelah timurnya
Dalam laporan kerja lapangan ini yang kami laporkan adalah pengumpulan data kependudukan yang merupakan tugas tahap II (sebagai lanjutan dari tugas tahap I) di kampung-kampung, desa-desa yang masuk dalam daerah waspada G. Guntur.
G. Gede merupakan gunungapi tipe strato yang terletak pada posisi geografi 6°47' L.S dan 106°59' B.T, Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur. Ketinggian dari muka laut : 2958 m (Atlas Trop. Neder). Pengukuran suhu solfatara serta pemeriksaan kawah dilakukan secara rutin oleh petugas Pos PGA Gede di Ciloto.
Sesuai dengan program kerja seksi Vulkano fisika maka pada tanggal 1 September s/d 10 September 1986, Tim Vulkano fisika, Proyek Pengembangan Labora torium Gunungapi berangkat ke G. Kelud untuk melakukan pengukuran Gayaberat. Metoda gayaberat baru pertama kali di lakukan di G. Kelud, dengan memakai alat gravitimeter La Coste et Romberg model D 117 yang mempunyai ketelitian 0,005 mgal.
G. Dieng merupakan gunungapi aktif di Jawa Tengah. Terletak di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjar Negara. Gunungapi ini merupakan bagian dari dataran tinggi Dieng. Mempunyai banyak kawah yang umumnya merupakan danau kawah. Kegiatan gunungapi ini di sebagian kawah kadang-kadang disertai gas racun dengan kadar di bawah ambang batas, tetapi ada pula yang lebih tinggi.
Atas catatan sejarah erupsi G. Papandayan, maka yang sangat penting dalam kegiatan gunungapi ini adalah produk letusan 1772 sebagai letusan yang menghasilkan debris apalanche. Oleh karenanya ke 4 penasihat akhli ini bersama-sama dengan tim-tim dari Pemetaan Geologi G. Api, Penanggulangan Bencana, Petrokimia bermaksud untuk menyelusurinya.
Tim penyelidikan Geokimia Gas G. Tangkubanperahu dengan tenaga pelaksana 3 orang terdiri dari Sdr. Terry Sriwana Sdr. Anang II dan penulis sendiri dibantu tenaga harian setempat (2 s/d 3 orang)
Dalam penyelidikan petrokimia di G.Kelut, Sub Tim terdiri atas Ir.M.Z. Sjarifudin (394/P/86), Rakimin IIBSc. (393/P/86), Dedu Supriadi (392/P/86) dan dibantu beberapa tenaga harian lepas setempat.
Sejalan dengan pelaksanaan rencana kegiatan Proyek Peningkatan Penyuluhan Vulkanologi, Tim pengadaan Informasi dan Penyuluhan Vulkanologi dalam tahun 9, Pelita IV, dilakukan pendataan kependudukan disamping kemungkinan terjadinya perubahan akibat pemanfaatan lingkungan disekitar daerah bahaya G.Tangkubanparahu.