G. Slamet yang disebut juga G. Slamat adalah gunungapi aktif tipe A berbentuk strato. G. Slamet dengan ketinggian 3432 mdpl, terletak di Kab pemalang, Kab Banyumas, Kab Brebes, Kab Tegal, dan Kab Purbalingga, Propinsi Jawa Tengah, Kota terdekat adalah Bumiayu, Purwokerto, dan Purbalingga. Nama lain G. Salamet adalah Gunung Slamat.
Berkaitan dengan mitigas bencana geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geologi berkewajiban memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat mengenai ancaman bahaya gunungapi, gerakan tanah, gempabumi dan tsunami. Sebagaimana kita ketahui secara tektonik, Indonesia terletak di anatra 3 lempeng tektonik aktif.
Gunungapi Perbakti adalah gunungapi aktif tipe C berada sebelah baratdaya Gunung Salak. Secara adminisratif terletak di Kabupaten Sukabumi dan sebagian Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Saat ini G. perbakti telah dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik tenaga panas bumi. Selin itu unit permukiman, lahan pertanian terdapat di sekitar gunungapi ini.
Gunungapi Guntur merupakan gunungapi aktif tipe A yang terletak di wilayah Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, lk. 60 km di sebelah tenggara Bandung. Dalam waktu sejarah sejak 1690 hingga 1847 tercatat tidak kurang dari 22 kali letusan. Letusanterakhir terjadi pada tanggal 16 dan17 Desember 1847 berupa letusan gas dan abu dengan suara dahsyat, sebaran abunya mencapai daerah Cianjur.
Sehubungan dengan hasil evaluasi aktifitas G. Papandayan yang masih berstatus waspada hilngga pada bulan Nopember 2015. Untuk hal tersebut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi perlu menyelenggarakan sosiaslisasi/penyuluhan kebencanaan geolohi kepada pemerintah daerah dan masyarakat, antara lain tentang mitigas dan aktifitas saat ini.
Kompleks kaldera ijen memiliki luas sekitar 210 km (18 km x 15 km) EW-NS. Gunungapi Raung merupakan gunungapi strato disisi sebela barat dari kaldera Ijen biasanya tidak dianggap bagian dari komplek kaldera. Di dalam komplek kaldera terdapat lebih dari 15 kerucut vulkanik. Gunungapi Ijen atau kawah Ijen terletak dalam komplek kaldera ijen.
Indonesia memiliki 127 (seratus dua puluh tujuh) gunungapi aktif, terdiri atas 77 (tujuh puluh tujuh) gunungapi tipe A, 29 (dua puluh sembilan) gunungapi tipe B, dan 21 (dua puluh satu) gunungapi tipe C. Gunungapi tipe A adalah gunungapi yang mengalami letusan sejak tahun 1600. Gunungapi tipe B adalah gunungapi yang sesudah 1600 belum mengalami lagi erupsi magmatik.
G. Gede (2958 m dpl) merupakan gunungapi aktif, terletak di wilayah Kabupaten Cianjur, Sukabumi dan Bogor, Propinsi Jawa Barat. Di sekeliling G. Gede ini terdapat objek-objek penting meliputi kawasan pemukiman, lahan pertanian, wisata, industri dan objek lain yang berpotensi terancam bahaya erupsi Gunung Gede.
Komplek Pegunungan Dieng terdiri dari dua gunungapi tipe A, yaitu G. Butak Petarangan dan G. Dieng. G. Butak Petarangan merupakan gunungapi strtao dengan ketinggian 2222 meter, kawahnya dikenal dengan nama Kawah Telaga Dringgo dan lapangan fumarolanya Condrodimuko, sedangkan G. Dieng merupakan pegunungan yang memiliki banyak kerucut dan banyak lapangan fumarolanya.
Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng kerang bumi (Lempeng Benua Asia, Lempeng Samudera Hindia-Benua Australia dan Lempeng Samudera Pasifik), sehingga terbentur jalur tektonik yang menimbulkan rawan bencana geologi (Gempa bumi, tsunami, letusan gunungapi dan gerakan tanah). Di Indonesia terdapat 127 buah gunungapi aktif yang setiap saat dapat meletus dan mengancam penduduk sekitarnya.