Geosains merupakan suatu ilmu dasar yang mempelajari bumi dan isinya. Di dalamnya terdapat berbagai cabang ilmu seperti geofisika dan geologi. Vulkanologi merupakan salah satunya. Vulkanologi sendiri merupakan cabang olmu geosains yang merupakan ilmu yang mempelajari gunungapi, dari mulai pembentukan gunungapi, terjadinya erupsi, hingga metode yang digunakan untuk monitoring gunungapi itu sendiri.
Bumi tersusun atas beberapa bagian didalamnya, yang meliputi kerak bumi, mantel bumi, dan inti bumi. Tektonik lempeng sendiri membagi bumi tidak hanya berdasarkan komposisinya saja, melainkan berdasarkan sifat elastisitasnya, yaitu litosfer dan astenosfer.
Pada prinsipnya deformasi dari tubuh gunungapi dapat berupa kenaikan permukaan tanah (inflasi) ataupun penurunan permukaan tanah (deflasi). Deformasi yang berupa inflasi umumnya terjadi karena proses gerakan magma ke permukaan yang menekan permukaan tanah di atasnya.
Salah satu tugas pokok Direktorat Vulkanologi DITJEN Geologi dan Sumber Daya Mineral Dep. Pertambangan dan Energi adalah melakukan pengawasam atau pemantauan secara periodik terhadap aktivitas gunung berapi yang ada di seluruh wilayah Indonesia.
Pengamatan aktivitas gununga api dapat dilakukan berdaarkan metoda deformai permukaan gunung api untuk mendapatkan pola dan kecepatan perubahan vekto baik dalam arah horizontal maupun vertikal. Data dan informasi deformasi permukaan ini selanjutnya digunakan untuk mengungkapkan karakteristik dari aktivitas magmatik dari gunung api yang bersangkutan. (Abidin 1995).
Di Indonesia, mengingat jumlah gunung apinya yang relatif cukup banyak, bahaya letusan gunung api harus mendapatkan perhatian yang serus baik dari pemerintah maupun dari masyarakat. Indonesia mempunyai 129 gunung api mulai dari ujung Pulau Sumatera, Pulau Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Maluku dan pulau yang berada di perairan Banda.
Dalam penelitian ini sebanyak 316 sumber gempa vulkanik atau mikroseismik (m
Metoda tomografi yang telah berhasil digunakan untuk mengungkap citra struktur litosfer bumi yang menujam ke dalam lapisan mantel menggunakan gelombang gempa bumi tektonik global dicoba diterapkan di daerah yang lebih kecil yaitu daerah gunungapi.
Pada umumnya, solusi dua frekuensi digunakan dalam pengolahan data GPS untuk pemantauan deformasi gunungapi. Namun secara teoritis karena kondisi ionosfir antar titik pengamatan yang tidak jauh berbeda, solusi satu frekuensi seharusnya tidak akan terlalu jauh berbeda dengan solusi dua frekuensi.
Dalam penelitian ini tomografi seismik gunungapi ini data waktu tiba gelombang P dan waktu tiba gelombang S digunakan untuk mencitrakan struktur bawah permukaan Gunung Guntur.