Sisi kelandaian lereng sekitar G. Merapi dimaksudkan untuk memonitor kegiatan G. Merapi dihubungkan dengan perubaham harga kelandaian lereng yang dihasilkan dari pengukuran kelandaiannya.
In August, 1984, Robert Y.Koyanagi, Seismologist, and George Kojima, Electronics technician were missioned to Indonesia to evaluate the radiotelemetered seismic network (RTS) at Merapi Volcano Observatory located at Yogyakarta in Central Java.
Pemeriksaan dilaksanakan pada tanggal 26 Desember 1984. Pemeriksaan kawah serta suhu dapat dikatakan kurang menguntungkan, karena faktor cuaca yang sulit diramal. Di samping itu juga karena adanya kepulan asap yang cukup tebal dari pusat kegiatan dan hampir merata memenuhi kawah sehingga menghalangi pengamatan.
Sesuai dengan laporan tahunan Direktorat Volkanologi tugas dan fungsi sebagaimana tercantum dalam pembagian pekerjaan bahwa Proyek Pemetaan Geologi Gunungapi terbagi 4 seksi diantaranya termasuk Seksi Pemetaan Topografi/Deformasi. Untuk pengukuran deformasi selain membuat peta deformasi juga menghasilkan angka - angka untuk dibuat diagram dan profil yang menunjukkan sebagai pendugaan atau ramal…
Dalam penyimakan kegempaan terhadap kegiatan G.Merapi dilakukan dari Pos Babadan dengan menggunakan pesawat seismograf "HOSAKA" 3 Komponen (tripartite net) dan dari Pos Plawangan, disamping pesawat tersebut di atas (1 komponen) ditambah dengan pesawat Mekanik komponen datar.
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu di puncak G.Merapi dimakudkan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan tingkat kegiatan G.Merapi akhir akhir ini, yang tampak secara visual di puncak. Khususnya letusan 15 Juni 1984.
G.Merapi terletak di dua Provinsi yaitu Jawa Tengah dan DIY, mempunyai ketinggian 2.911 m di atas permukaan air laut. Gunung ini merupakan salah satu gunung api yang boleh dikatakan paling aktif di Indonesia. Karena padatnya penduduk di sekitarnya, sehingga akibat kegiatannya banyak menimbulkan korban manusia.
Berdasarkan SPPD no. 3776/P/84 kami bersama para Pengamat dari Pos Pengamatan G.Merapi ditugaskan untuk melakukan pengamatan, pemeriksaan,serta pengukuran suhu solfatara di G.Merapi.
Beperti halnya balan Juni 1984, dalam Juli ini penulis berusaha untuk mengumpulkan semua hasil pengamatan dan penelitian terhadap G. Kerapi. Mungkin belum banyak yang dapat diungkapkan dari data yang terkumpul, tetapi setidak-tidaknya dapat menginformasikan semua hasil pengamatan dan penelitian yang dilakukan dan interpretasi secara pendahuluan. Ada kemungkinan kelak bahun semua yang diperki…
Pengamatan seismik G. Kelut menggunakan sistem tripartit secara permanen. Sistem tersebut juga dilengkapi dengan dua komponen datar yang ditempatkan di Bambingan, satu lokasi dengan salah satu komponen tegak dari jaringan tripartit. Penugasan Penulis