Tulisan ini dibuat sebagai laporan perkembangan kegiatan gempa G.Iliboleng periode Mei - Oktober 1994. Dalam laporan ini akan dibahas mengenai kecepatan semu dan arah datang gelombang gempa yang terjadi pada periode tersebut. Data tersebut dibandingkan dengan data gempa sebelumnya sehingga diharapkan dapat memperoleh gambaran tingkat kegiatan G.Iliboleng pada periode Mei - Oktober 1994
Dalam usaha memantau kegiatan G.Lewotobi dan upaya penanggulangan bahaya akibat kegiatannya, maka pada tahun anggaran 1986/1987 telah dibangun sebuah Pos Pengamatan di Kp. Bawalatang, Desa Nawakote, Kecamatan Wulanggitang, sebelah barat puncak G.Lewotobi Laki - laki maupun Perempuan. Kegiatan pokok dalam pemantauan kegiatan gunungapi meliputi pengumpulan data, pengolahan data, interpretasi untu…
Dalam rangka pelaksanaan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi tahun anggaran 1994 - 1995, Seksi Pengamatan Bali dan Nusatenggara melakukan pemeriksaan G.Ili Werung pada bulan November 1994, yaitu pemeriksaan puncak serta pengukuran suhu solfatara/fumarola disekitar G.Ili Werung.
Pemantauan kegiatan secara visual ke arah gunung berjarak lk. 6-7 km dari Pos Pengamatan. Selama bertugas di Pos, secara visual tidak tampak gejala peningkatan kegiatan. Selanjutnya, seperangkat seismograf jenis P-S 2 Portable terpasang sejak 20 September 1994, dan mulai beroperasi pada pkl. 15.40 WITA. Dimana kecepatan drum dipasang pada kecepatan 120 mm/menit, untuk pembesaran dipasang pada g…
Pos Pengamatan G.Rinjani dibangun pada tahun Anggaran 1993 - 1994, berfungsi sebagai Pos Pengamatan sejak Tgl. 27 Mei 1994, dengan dilengkapi 1 (satu) komponen seismograf PS-2 bersistem kabel. Lokasi Pos Pengamatan termasuk wilayah Desa Sembalun Lawang, Kec. Aikmel, Kab. Lombok Timur.
G.Agung terletak di Wilayah Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, adalah gunungapi aktif yang tertinggi di P.Bali. Pengamatan terhadap tingkah laku gunung tersebut, dilakukan dari 3 Pos Pengamatan, yang terletak di Rendang, Budakeling, dan Batulompeh. Selain pengamatan visual juga pengamatan kegempaan/seismik yang dilakukan dari Pos Rendang dengan menggunakan seismograf sistim…
G. Batur terletak dibagian dalam Kaldera Batur, di dalam Kaldera juga terdapat sebuah danau yang terletak disebelah Timur-Tenggara dari puncak G.Batur. Tinnggi puncak G.Batur 1717 m di atas muka laut. Untuk memantau kegiatan G. Batur saat sekarang maupun yang akan datang, telah dibangun sebuah Pos Pengamatan yang dilengkapi dengan satu unit seismograf, yang dioperasikan oleh 2 orang petugas.
Pengamatan gempa G.Rokatenda menggunakan seismograf telemetri model PS-2. Sub sistem pemancaranny yaitu seismometer, amplifier, vco, serta radio pancar berada di G.Rokatenda Pulau Palue, Kab. Sika lokasinya di Kp. Ona (lk. 2 km dari puncak), sedangkan subsistem penerima yaitu radio penerima, diskriminator dan rekorder berada di Pos Pengamatan, Kp. Ropa, di P.Flores, Kab. Ende.
Pengamatan terhadap tingkah laku G.Agung dilakukan dari 3 Pos Pengamatan, yang terletak di Rendang, Budakeling dan Batulompeh. Selain pengamatan visual juga pengamatan kegempaan/seismik yang dilakukan dari Pos Rendang dengan menggunakan seismograf sistim telemetry jenis Kinemetrick PS-2 yang terpasang sejak Mei 1988.
Data visual terhadap tinggi, tebal dan warna asap dikumpulkan sejak Mei hingga September 1992. Tinggi asap kawah umumnya 75 m di atas bibir kawah, tetapi pada Juni dan September mencapai 100 m. Dari pengamatan visual tersebut, terlihat peningkatan aktifitas vulkanik di permukaan terjadi pada Juni dan September 1992.