Mengingat data-data yang diperoleh dari pendataan hasil rekaman seismograph bulan Mei dan Juni 1984 di rasakan masih belum mencukupi, maka Tim Instrumentasi Gunungapi melanjutkan kembali tugas pendataan kegiatan seismik Gunung Merapi bulan Juli, Agustus dan September 1984 dari seluruh sitim seismograph yang ada disekitar Gunung Merapi yaitu dari Pos Babadan,Pos Plawangan dan Stasiun penerima RT…
Sejak 21 Januari sampai dengan 19 Februari 1985, Koordinator Tim Pelayanan Teknik telah melakukan pengamatan seismik temporer terhadap G. Galunggung. Pengamatan dilakukan dari lereng bagian Timur Laut G. Galunggung. Lokasi seismograf berada di desa Teja Kalapa, lk. 5,5 km dari pusat kegiatan/kawah.
Gunung Dieng adalah salah satu gunung api aktif di Jawa tengah terletak diantara dua wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo.
G.Sumbing belum mempunyai Pos Pengamatan tetap, sehingga pengamatan terhadap kegiatannya secara menerus belum dapat dilakukan. Oleh karena itu sesuai rencana kerja Koordinator Tim Pelayanan Teknik dalam tahun anggaran 1984/1985 maka sejak 4 Mei - 16 Juni 1984 dilakukan pengamatan seismik temporer dengan sistim jaringan tripartit.
Pengamatan lapangan dilaksanakan dari awal Agustus sampai pertengahan September 1984, menggunakan sistim jaringan tripartit. Peralatan yang digunakan adalah seperangkat seismograp elektromagnetik tiga komponen. Sedang transdusernya adalah ''Short Period Seismometer" komponen tegak dengan "Natural Period" 1 cycle per detik.
Pengamatan lapangan berlangsung selama satu bulan, yaitu sejak akhir Januari sampai pertengahan Februari 1985. Cara pengamatan gempa yang diterapkan disini adalah jaringan tripartit. Sedang peralatan yang digunakan adalah seperangkat seismograp elektromagnetik tiga komponen.
Berdasarkan pengamatan visual, kegiatan G.Lamongan selama April 1984 sampai dengan Februari 1985 tidak menunjukkan adanya perubahan atau kelainan kegiatan. Asap solfatara/fumarola umumnya tampak putih tipis, tekanan gas lemah. Begitu juga suhu air ranu tidak berubah. Suhu air ranu maksimum 30'C.
Untuk mengetahui bagaimana tingkat kegiatan seismik G.Raung saat ini, telah dilakukan pengamatan gempa temporer terhadap gunungapi tersebut. Pengamatan lapangan berlangsung selama satu bulan yaitu sejak akhir Oktober sampai dengan November 1984.
Dalam penyimakan kegempaan terhadap kegiatan G.Merapi dilakukan dari Pos Babadan dengan menggunakan pesawat seismograf "HOSAKA" 3 Komponen (tripartite net) dan dari Pos Plawangan, disamping pesawat tersebut di atas (1 komponen) ditambah dengan pesawat Mekanik komponen datar.
G.Merapi terletak di dua Provinsi yaitu Jawa Tengah dan DIY, mempunyai ketinggian 2.911 m di atas permukaan air laut. Gunung ini merupakan salah satu gunung api yang boleh dikatakan paling aktif di Indonesia. Karena padatnya penduduk di sekitarnya, sehingga akibat kegiatannya banyak menimbulkan korban manusia.