Pada tanggal 22 Juli 1975 lk. jam 02.56 G. Semeru di Jawa Timur menunjukkan adanya peningkatan kegiatan yakni terjadinya luncuran awan panas yang masuk ke Curah kobokan sampai lk. 5 km dari puncak. Peningkatan kegiatan ini agaknya menyimpang dari kegiatan harian G. Semeru walaupun guguran guguran lava pijar yangsering diamati dari pos pos pengawasan di Argosuko, Tawon songo dan G. Sawur sering…
Pendakian puncak G. Semeru yang dilakukan mulai tanggal 20-8-1969, telah kembali dengan selamat pada tgl. 22/8-1969 djam 11.00, ketempat pemberangkatann yaitu pos Tawongsongo, djadi memakan waktu 2,5 hari.
Gempa Gunungapi kita kelompokkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan klasifikasi tertentu, misalnya berdasarkan kedalaman sumber, bentuk sinyal gempa, spektrum gempa, durasi gempa dan lain sebagainya.
Dengan adanja kegiatan G. Someru sedjak bulan September 1967 dan peristiwa-peristiwa terdjadinja lahar di Besuk Ko-bokan (K. Redjali) dan K. Glidik, telah diminta oleh Koman-do Pelaksana Penanggulangan Bentjana Alan Djawa Timur di Surabaja, petugas Volkanologi untuk mengadakan survey di G. Semeru,
Sebenarnja Peta Daerah Bahaja G. Sameru ini pa-da th. 1968 telah dibuat oleh Sår. Suparto S. B.Sc. bersama penulis sendiri. Tetapi mengingat waktu dan biaja terbatas, sehingga laporan pendahuluan terse-but, terutama hanja mementingkan daerah bahaja un tuk penjebaran lahar, sedang untuk bahaja letusan bersifat sementara.
Indonesia memiliki banyak sekali gunung api. Gunung-gunung tersebut berada di sepanjang zona subduksi. Indonesia berada pada zona seismic yang aktif yang menghasilkan gunung-gunung api aktif pula.
Gunungapi Semeru merupakan salah satu gunungapi aktif di Indonesia. Gunungapi ini secara geografi terletak pada posisi 8° 6' 30" LS dan 112° 55' BT dengan tinggi puncaknya sekitar 3676 m di atas permukaan laut. Secara administratif terdapat di Kabupaten Lumajang dan Malang, Provinsi Jawa Timur.
G. Semeru termasuk gunungapi tipe A yang paling aktif kegiatannya. Puncak tertinggi G.Semeru dinamai Mahameru (+ 3676 m dpl) merupakan tempat tertinggi di Pulau Jawa, merupakan dinding kawah tua G. Semeru. Kawah muda yang aktif sampai sekarang terdapat di sebelah tenggara dari Mahameru yang dikenal dengan nama Jonggring Seloko. Kawah ini terbentuk pada tahun 1913 dan sejak 1946 hingga sekarang …
A additional complexity of volcanic activity is the need to place it in a human context in order to avoid volcanic disaster. Photo-interpretation of the existing aerial photographs at 1: 50,000 scale dating from 1982 has been undertaken to greatly Increase the efficiency of the volcanic hazards survey at Semeru vulcano. This photo-interpretation map has been checked in the field, and a geomorph…