Para penulis ditugasi oleh Pemimpin Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi untuk melakukan pengamatan visual dan pemeriksaan laharan di sungai-sungai yang mengalir di lereng tenggara dan selatan G. Semeru.
Pada tanggal 17-7-1985 penulis dan Sdr. E.Sihat dengan Sppd No. 1220/P/85, 1221/P/85 ditugaskan ke daerah ini guna mengadakan pemetaan yang baru. Dalam pelaksanaan pemetaan ini kami mempegunakan alat seperti : a) T.O. Wild Complit b) Rool meter c) Calculator d) Altimeter e) Peta - peta lapangan.
Kegiatan G.Semeru terus menerus diamati dari 3 Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, yaitu di Argosuko, G.Sawur, dan Tawonsongo. Di Pos Pengamatan Gunung Sawur dipasang pesawat pencatat gempa 3 komponen dengan sistim jaringan tripartite.
Telah melakukan pemetaan geologi G. Semeru, Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Laporan ini merupakan hasil pemetaan geologi G. Semeru tahap pertama yang berlangsung dari tanggal 20 Mei sampai dengan 18 Juni 1985.
Untuk mengetahui berapa besar letusannya dan perubahan topografi disekitar kawahnya, dilakukan pemeriksaan kawah dan pengamatan visual dari dekat. Pengamatan ini dilakukan selama dua hari pada 17 dan 18 Agustus 1985, untuk itu, tiap hari dilakukan pendakian ke puncak Mahameru.
Menurut Surat Perjalanan Dinas No. 213/P/1984 tertanggal 23 April 1984, penulis ditugaskan melakukan pengamatan visual kegiatan Gunung Semeru selama 25 hari, berangkat dari Bandung pada 26 April 1984, sekaligus memeriksa Besuk Kobokan dan beberapa sungai sekitarnya untuk menilai potensi penyelewengan atau peluapan banjir lahar saat hujan. Pengamatan akhir April hingga pertengahan Mei 1984 menun…
Pengamatan seismik terhadap kegiatan G. Semeru dilakukan dari Fon Argosuko dan G. Samur. Pengamatan tersebut sangat perlu, kerana dengan menggunakan seismograf kegiatan gempa gunungapi yang erat hubungannya dengan letusan dapat diamati selama 24 jam. Gojala tab. merupakan salah satu dari semaa gejala vulkanik yang harus diamati yang sangat membantu penganatan visual. Pengamatan seismik yang dil…
Letusan - letusan asap terjadi dengan selang waktu antara 10 - 15 menit, asap tebal bergumpal berwarna putih keabuan kadang - kadang jka letusan lebih besar warna asapnya agak kehitam - hitaman. Tekanan kuat dan asap mencapai tinggi lk.600 - 700 m dari puncak.
Banyak letusan telah terjadi demikian dasyatnya, disebabkan kawah letaknya tidak di tengah puncak gunung api, akan tetapi secara eksentris di pinggir puncak atau pada lereng gunung. Pada suatu erupsi puncak di tengah berukuran biasa, maka batuan dan terak yang dilontarkan tersebar kemana-mana, meluncur ke bawah sepanjang lereng gunung dan hanya akan menyebabkan kerusakan di sana. Makin jauh run…
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap Pos - Pos Pengamatan di Jawa Timur dan Jawa Tengah bahwa bangunan - bangunan tersebut pada umumnya masih baik dan masih dapatt dipergunakan. Hanya perlu ditekankan disini bahwa sarana bangunan tersebut mengingat pada umumnya lokasinya terletak agak jauh dari kota dan keadaan alam sekitarnya menuntut secara rutin diadakan perawatan yang intensif agar lebih t…