Dalam rangka melaksanakan salah satu tolak ukur pekerjaan pada Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, kami telah ditugaskan untuk melaksanakan pekerjaan Pengamatan G. agung pada bulan Mei - Juni 2000. Pekerjaan yang dilakukan disamping pengamatan kegiatannya sekarang dan masa lampau juga dilakukan pemasangan jaringan seismometer di sekitar G. Agung dari satu stasiun menjadi empat stasiun.
Pengamatan Seismik G. Agung dan G. Batur dipusatkan di pos pengamatan terpadu (regional center) di Rendang. Sinyal seismik dari masing-masing station dipancarkan ke Pos Pengamatan terpadu di Rendang dalam bentuk analog. Selanjutnya sinyak seismik tersebut diubah menjadi data digital. Gempabumi yang terekam oleh seismograf dalam periode Agusttus 2000 - Januari 2001 umumnya gempa tektonik.
Dalam Mei 2000 telah dibangun sebuah regional center di Rendang untuk memantau kegiatan gunungapi di P. Bali dan Lombok. Dalam tahap awal telah dapat dipantau dua gunung yaitu G. Agung dan Batur dengan metoda seismik. Dalam metoda seismik tersebut telah dioperasikan 8 station seismometer di G. Agung dan Batur. Signal gempa dari 8 station tersebut dipancarkan ke Rendang.
Semburan gas di Kampung Astana Agung merupakan salah satu dari 11 semburan gas yang pernah terjadi di Kabupaten Serang, Banten dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Semburan-semburan tersebut berhubungan dengan pemboran air untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang semakin besar akibat pertumbuhan penduduk dan industri yang pesat.
Selama suatu penyelidikan terhadap penyebab terjadinya gempabumi yang menghancurkan begitu dahsyat. P. Bali pada 21 Januari 1917, sayapun mendapat kesempatan untuk melakukan beberapa selidikan kegunungapian. Dua buah gunungapi yang masih bekerja di Bali, yakni G. Batur dan G.Agung, pada kesempatan ini diselidiki
Pada tanggal 11 September 1973, telah berangkat satu regu dari Seksi Penelitian Gunungapi, untuk mengadakan penelitian/pemerik saan dan pembuatan film dokumentasi terhadap 3 (tiga) buah gunung-api, yaitu di Pulau Bali Gunung Agung, Batur dan di Pulau Lombok ialah satu-satunya Gunungapi Rinjani.
This proposal requests funds to support an investigation respectively. of three large eruptions from the volcanoes Tambora, Krakatoa and Agung which occurred in 1815, 1883 and 1963 Though the nature of the eruptions, and especially the deposits of ejecta, are poorly understood, these events are known to have caused considerable effects in the stratospheric aerosol layer. the post eruption years…
Penyelidikan magnetik di bagian timur laut G.Agung, dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran dari sebaran material vulkanik hasil letusan gunung tsb., (seperti lava, pasir, lahar yang bermanfaat sebagai bahan baku bangunan) berdasarkan pada sebaran anomali magnetik. Sebaran anomali magnetik G. Agung, secara kwalitatif maupun kwantitatif diharapkan akan memberikan lebih jauh informasi keadaan geol…
Pemetaan zona risiko bahaya G. Agung ini ditujukan untuk memberikan layanan informasi kepada Pemerintah Daerah setempat dan masyarakat umum mengenai tingkatan risiko yang mungkin timbul sebagai akibat bahaya G. Agung. Informasi tingkatan risiko bahaya G. Agung di suatu wilayah itu dipandang penting sebagai dasar pertimbangan bagi pengembangan pembangunan di daerah tersebut.
Untuk mengamati aktifitas G. Agung dilakukan dari 3 lokasi Pos Pengamatan, yaitu Pos Rendang terletak disebelah barat daya dari puncak, Batulompeh terletak disebelah utara dari puncak dan Budakeling terletak disebelah tenggara dari puncak. Pengamatan yang dilakukan adalah pengamatan visual, pemeriksaan kawah, dan pengamatan gempabumi.