Berdasarkan pada rencana kerja Direktorat Vulkanologi, Pemetaan Gunungapi, Seksi Penginderaan Jauh dalam tahun maka kerja adalah melakukan 1992/1993, geologi Gn. Tangkoko, Sulawesi Utara, berdasarkan pada pemetaan salah satu rencana hasil tafsiran potret udara. Maksud dan tujuan daripada pemetaan ini adalah untuk mengumpulkan dan mengevaluasi data-data geologi yang mencakup geomorfologi, jeni b…
Penyusunan laporan Gunung api Karangetang dibuat sebagai realisasi dari hasil penyelidikan Petrokimia Gunung api. Penyelidikan ini dimulai pada tanggal 8 Mei 1996 sampai tanggal 1 Juni 1996, sesuai dengan rencana Seksi Petrokimia dan Gas yang tercukup dalam Proyek Penyelidikan dan Pengaman Gunung Api Tahun anggaran 1996-1997
Dalam rangka melaksanakan tugas dari Pemimpin Proyek Mitigasi Bencana Alam Geologi maka laporan ini dimaksudkan sebagai suatu usaha mitigasi terhadap kemungkinan bencana yang dapat terjadi pada waktu mendatang karena terjadinya kegiatan/letusan G. Karangetang. Tujuan penyelidikan ini adalah untuk mengevaluasi kegiatan dan bahaya G. Karangetang yang mengancam penduduk di sekelilingnya termasuk h…
G. Ambang secara administratif termasuk kedalam wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow, Propinsi Sulawesi Utara. Secara geografis terletak pada posisi koordinat 0° 44'30" Lintang Utara dan 124°24'30" Bujur Timur, dengan ketinggian 1689 m di atas permukaan laut. Puncaknya ditandai oleh titik triangulasi P.No.49. G. Ambang termasuk salah satu gunung api tipe strato yang diragukan Tipe A-nya oleh b…
Heboh tentang meletusnya G. Colo pada 26 Januari 1996 berawal dari awamnya penduduk tentang kegunungapian. Seorang pengail ikan di sekitar P. Una-Una, pulau tempat "tumbuhnya" G. Colo, melihat kepulan asap mencapai puncak Sakora, puncak tertinggi dari rangkaian dinding kawah (ring crater) Colo. Berita tersebut menyebar dan tercium oleh wartawan dan sempat menjadi berita nasional dan diwartakan …
1 Juli 1988 telah diberangkatkan Tim Pemetaan Daerah Bahaya Minates Gunung api ke Kabupaten Provinsi Sulawesi Utara oleh Pemimpin Proyek Pengantan/Pengawasan dan Pemetaan Gunung api. Tim terdiri dari, Samud Wikartadipura, Suharto, Sunardjo dan Suparno. Tim ini diberi tugas untuk melakukan pemeriksaan/penelitian kawah dan pemetaan daerah bahaya Gunung Lokon. Sebenarnya peta daerah bahaya gunung …
Menurut rencana kegiatan Proyek Peningkatan Penyuluhan Vulkanologi tahun anggaran 1986/1987, maka pada tanggal 16 Februari 1987 diadakan penyuluhan di Desa Kakaskasen I, Kecamatan Tamchan, Kabupaten Minahasa Propinsi Sulasesi Utara. Penyuluhan ini berkaitan dengan usaha peningkatan kewaspadaan masyarakat sehubungan dengan letusan-letusan Kawah Tampaluan (G.Lokon) di wilayah ini yang dimulai lag…
Gunung Lokon yang terletak lk. 25 km sebelah selatan Manado, pada tanggal 14 Juli 1986 pukul 12.00 kemudian disusul dengan letusan lainnya yang lebih kecil lk setiap 6 jam. Pada tanggal 16 Juli frekuensi letusan meningkat, malahan hampir beruntun setiap 10 menit, namun intensitas bertambah kecil. Tinggi asap mencapai 1k. 500 - 600 meter. Letusan ini berselang-seling antara letusan abu dan letus…
G. Ruang yang terletak di sebelah barat daya Pulau Tagulandang (2 km) pada posisi geografis 2017 LU dan 125°5' BT, adalah salah satu gunung api aktif di Indonesia dengan ketinggian 714 m di atas muka laut. Gunung api ini telah dikenal sejak tahun 1603, namun peningkatan kegiatan baru diketahui pertama terjadi tahun 1808. Sedangkan letusan yang terjadi pada 1949 merupakan peningkatan kegiatan k…
G. Karangetang di Pulau Siau termasuk yang paling aktif dalam gugusan gunung api Sanguhe Talaud dan merupakan bagian dari jalur gempa Circum Pasific, sehingga tidak mengherankan apabila selalu di goncang gempa. Gunung api ini terletak pada posisi geografis 2°47' LU dan 125°29' BT, tingginya mencapai lk. 1784 m dpl. Gempa bumi tektonik, terutama yang berpusat tidak jauh dari gunung api, lambat…