Dalam penyimakan kegempaan terhadap kegiatan G.Merapi dilakukan dari Pos Babadan dengan menggunakan pesawat seismograf "HOSAKA" 3 Komponen (tripartite net) dan dari Pos Plawangan, disamping pesawat tersebut di atas (1 komponen) ditambah dengan pesawat Mekanik komponen datar.
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu di puncak G.Merapi dimakudkan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan tingkat kegiatan G.Merapi akhir akhir ini, yang tampak secara visual di puncak. Khususnya letusan 15 Juni 1984.
Penanaman kabel bawah tanah ini dilakukan untuk seismograf jaringan tripartit menggantikan kabel yang lama dan memindahkan transduser ke tempat yang baru yang diperkirakan jauh dari gangguan setempat.
Pada Oktober 1984 penulis mendapat tugas melakukan pengukuran suhu di G.Papandayan dan G.Guntur, bersama Sdr. Asep Sugiri dan Unu Hidayat, dengan SPPD No.2117/P/84. Maksud pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui aktifitas solfatara ke dua gunungapi tersebut yang termasuk Daerah Tk II Kab. Garut.
Maksud utama penelitian ini ialah menentukan susunan kimia gas vulkanik dan kondensat. Di samping ini kadar beberapa unsur kimia digunakan sebagai geotermometer untuk menghitung secara teoritis perkiraan suhu di bawah permukaan.
Dalam rangka melanjutkan serta menunjang program kerja Seksi Penginderaan Jauh, Sub Direktorat Pemetaan Geologi Gunungapi, pada anggaran tahun 1984/1985, triwulan ketiga ini merencanakan melakukan pemetaan geologi hasil penafsiran potret udara dan Citra Landsat daerah G.Raung Jawa Timur.
Pekerjaan ini sebagai lanjutan keempat kalinya dari pekerjaan A.R. Sumailani pada 1982, 1984, dam penulis 1984. Sehubungan dengan kurang tenaga topografiawan, maka dalam melakukan pekerjaan ini penulis dibantu langsung oleh Kepala Seksi Pemetaan Topografi, Penulis bekerja di lapangan selama 72 hari, sedangkan Kepala Seksi Pemetaan Topografi selama 26 hari dengan Sppd no : 1526/P/84 dan 1527/P/84.
Pengamatan visual di G.Dieng dilaksanakan sejak 10 Juli s/d Agustus 1984. Selama tugas dikumpulkan data pengukuran suhu dan pengamatan visual sejak bulan Juni s/d Agustus 1984. Pengumpulan data yang sinambung sangat diperlukan, karena dapat untuk mengetahui tingkat kegiatan suatu gunung api.
Maksud penugasan tersebut untuk mengadakan pengukuran kedalaman dan suhu dasar Danau Kawah G.Kelut dan membuat Peta Dasar Kedalaman dari danau kawah tersebut, juga memasang pelampung di tempat yang perlu dan yang di anggap penting atau di lokasi yang suhunya tinnggi.
G.Merapi terletak di dua Provinsi yaitu Jawa Tengah dan DIY, mempunyai ketinggian 2.911 m di atas permukaan air laut. Gunung ini merupakan salah satu gunung api yang boleh dikatakan paling aktif di Indonesia. Karena padatnya penduduk di sekitarnya, sehingga akibat kegiatannya banyak menimbulkan korban manusia.