Informasi penyelidikan Geofisika di lereng sebelah barat G. Kelut sejak tahun 1978 diperoleh data geomagnit menunjukkan anomali negatif. Untuk melengkapi data tersebut diperlukan data penunjang dari hasil penyelidikan batuan di daerah dimaksud dengan penyelidikan dan pemeriksaan jenis batuan secara petrokimia gas dan air kawah4
Mengingat data-data yang diperoleh dari pendataan hasil rekaman seismograph bulan Mei dan Juni 1984 di rasakan masih belum mencukupi, maka Tim Instrumentasi Gunungapi melanjutkan kembali tugas pendataan kegiatan seismik Gunung Merapi bulan Juli, Agustus dan September 1984 dari seluruh sitim seismograph yang ada disekitar Gunung Merapi yaitu dari Pos Babadan,Pos Plawangan dan Stasiun penerima RT…
Pengamatan kadar gas gunungapi yang diuntahkan dari kawah ratu, G.Tangkubanparahu. Pengamatan komposisi dan konsentrasi unsur kimia dari conto air panas kawah Domas dan Ciater.
Sejak 9 September 1984 di Kw. Sileri, dataran tinggi Dieng terjadi bualan lumpur setinggi lk. 2 - 3 m disertai gemuruh. Kejadian ini masih berlangsung sampai saat ini. Sejak awal Oktober 1984 kegempaan muncul bahkan meningkat dari hari ke hari, sehingga pada Oktober 84 Dieng dinyata- kan giat. Oleh karena itu dikumpulkan berbagai data yang kemudian diolah untuk menyimak serta mengevaluasi kegia…
pengajuan usulan Penyelidikan Petrokimia dan Gas di G.Gede Jawa Barat yang memuat antara lain mengemukakan maksud dan tujuan dari pada Penyelidikan. Diterangkan misalnya posisi geografis dari pada G.Gede ringkasan evolusinya, bentuk-bentuk struktur dikomplek G.Gede dan mengulas pokok-pokok jenis pekerjaannya.
Tujuan utama adalah penyelidikan lapangan lanjutan terdahulu (Mei 1985) yaitu pengambilan conto batuan secara teliti di daerah sekitar G.Gede
Tujuan utama adalah pengamatan larangan tentang gejala geologi dan pengambilan contoh batuan secara teliti disekitar G. Gede dan di bagian purcelanya
Gunung Ciremai terletak di Jawa-Barat termasuk Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka pada posisi geografi 6° 53 lintang Utara dan 108 25 lintang Selatan dengan ketinggian 3.070 m dari permukaan laut dan tergolong pada kwalifikasi tingkat kegiatan tipe A/strato.
Berdasarkan pengamatan visual, kegiatan G.Lamongan selama April 1984 sampai dengan Februari 1985 tidak menunjukkan adanya perubahan atau kelainan kegiatan. Asap solfatara/fumarola umumnya tampak putih tipis, tekanan gas lemah. Begitu juga suhu air ranu tidak berubah. Suhu air ranu maksimum 30'C.
Berdasarkan SPPD No 2541/P/1984 penulis ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan dan pengukuran suhu kawah - kawah di Datarang Tinggi Dieng selama 30 hari. Maksud dilakukan pemeriksaan tersebut ialah untuk mengetahui tingkat kegiatan pada waktu itu dibandingkan dengan sebelumnya.