Untuk memperoleh gambaran deformasi G. Guntur, dilakukan pengukuran deformasi dengan ungkit kering pada setiap titik ukur yang sudah terpasang sebelumnya. Sebagai bahan bandingan diperoleh informasi bahwa terdapat pula data kegempaan di gunung Guntur ini.
Daerah penyelidikan berada di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada koordinat 121°30'–121°45' BT dan 4°15'–4°30' LS. Secara geologi, wilayah ini terletak pada zona pertemuan Lempeng Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia serta dipengaruhi oleh Lempeng Filipina, sehingga memiliki kondisi tektonik yang sangat kompleks. Secara regional, daerah penelitian termasuk dalam Mandala T…
Untuk mengetahui perkembangan keadaan tubuh gunungapi G. Kelut sehubungan dengan aktivitasnya Nopember 1989, telah diberangkatkan Tim Pengukuran Deformasi G. Kelut dengan menggunakan cara ungkit kering terhadap 8 titik ukur, levelling di lintasan terowongan, EDM dari Margomulyo terhadap Lirang I dan II yang lokasinya dipinggir bagian Barat bawah G. Kelut.
Pada dasarnya suatu letusan gunungapi disebabkan karena gangguan keseimbangan fisika dan kimia magma di bawah permukaan bumi. Setelah letusan berlangsung, keseimbangan yang baru akan tercapai kembali antara lain dengan terbentuknya sumbat lava dalam pipa kepundan.
Bertambah kecil volum air danau kawah G. Kelut, semakin terbatas pula penyebaran lahar letusan. Berdasarkan data di laporan, usaha pengurangan air danau kawah harus dilakukan secepat mungkin sebelum musim penghujan yang akan datang tiba.
Laporam ini disusun sehubungan rencana kerja proyek pengamatan/pengawasan dan pemetaan Gunung Api tahun anggaran 1989 - 1990, diantaranya pendataan informasi dan penyuluhan vulkanologi di daerah Gunung Papandayan, Gunung Kelut, Gunung Lamongan.
penyelidikan pendahuluan bitumen padat daerah kabaena dilakukan dalam rangkA menyediakan data potensi bitumen padat yang meliputi formasi pembawa bitumen padaT, data lokasi singkapan , tebal, jurus dan kemiringan lapisan bitumen padat. selain data bitumen padat, diamati juga geologi. hasil penyelidikan ini untuk mengetahui sebaran, kualitas dan sumberdaya bitumen padat. berdasarkan data tersebu…
Penyelidikan ini dilaksanakan sebagai bagian dari tugas Seksi Batumulia dalam eksplorasi dan inventarisasi sumber daya mineral. Lokasi penyelidikan dipilih berdasarkan Peta Geologi Lembar Padangsidempuan dan Sibolga (1982), khususnya pada satuan batuan Serpentinit Huraba yang terdiri atas serpentinit, peridotit, dan piroksenit, yang diduga berasosiasi dengan mineral jadeit. Selain itu, penyelid…
Penyelidikan lanjutan ini dilakukan pada daerah Sungailasi (Kabupaten Solok) dan Tanjunglolo (Kabupaten Sawahlunto–Sijunjung) sebagai tindak lanjut hasil penyelidikan tahun anggaran 1989/1990, dengan luas wilayah sekitar 90 km². Di Sungailasi dijumpai bahan galian berupa granit, granodiorit, andesit, dan pasir dengan jumlah cukup melimpah serta berpotensi untuk ditindaklanjuti berdasarkan ha…