Gunungapi Lamongan dipantau secara terus menerus, baik secara visual dan seismik oleh Seksi Pengamatan Gunungapi Jawa Timur dan Bali dari Pos Pengamatan Gunungapi di G.Meja. Pemantauan dengan metoda "dry tilt" telah dilakukan sejak tahun 1988 oleh Seksi Pemetaan Topografi dan Pengkuran Deformasi, dan pengamatan tersebut dilakukan paling sedikitnya sekali dalam setahun.
G. Sangeangapi merupakan gunungapi giat tipe A yang letaknya di P. Sangeang sebelah timur laut P. Sumbawa, masuk wilayah Kabupaten Bima . Sejak 30 Juli 1985 gunungapi ini menunjukkan kegiatannya. Beberapa penyelidikan telah dan sedang dilakukan, sehubungan dengan kegiatan tersebut, yang diantaranya pengamatan visual dan penyelidikan seismik. Secara geografis G. Sangeangapi terletak pada posisi …
Doro Api yang berarti gunungapi merupakan puncak tertinggi dan titik kegiatan G. Sangeang Api yang berada di dalam wilayah administratif Kecamatan Wera Timur, Kabupaten Bima, Propinsi Nusa Tenggara Barat, pada posisi geografis 8°11' LB dan 119°3,5' BT. Gunungapi yang bertipe strato tersebut puncaknya menjulang hingga ketinggian 1949 mdpl. Tahun 1512 merupakan penampilannya yang pertama yang d…
Analisis seismograf memberikan wawasan penting mengenai karakteristik kegempaan (seismisitas) Bumi. Informasi ini dapat dilengkapi dengan pengukuran medan magnet di sekitar gunung api, yang berperan penting dalam mengevaluasi dan memantau aktivitas vulkanik. Untuk mendukung proses pengumpulan data tersebut, digunakan sistem ROVS, yaitu sistem berbasis komputer yang mampu mengakuisisi citra seca…
Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas dari Bandung Nomor. 141/P/84 dan 142/P/84 masing-masing atas nama Ida Made Jelantik dan K Jani Suwartiyasa ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu solfatara Gunung Rinjani. Sebagaimana diketahui bahwa gunung Rinjani adalah gunungapi bentuk strato yang terletak di Pulau Lombok bagian Utara, Nusa Tenggara Barat. Gunungapi ini da…
Kegiatan Penyelidikan Metoda Terpadu di G.Merapi Jawa - Tengah anggaran tahun 1991/1992 dimulai sejak bulan Juni, September 1991 dan bulan Januari - Februari 1992 dimana bulan - bulan terakhir terjadi peningkatan kegiatan.
Sejalan dengan rencana kerja dalam Pelita IV, Th - 1/1984-1985 dalam Triwulan 2 telah dilakukan lanjutan kegiatan penyelidikan geodinamika gunungapi di p. Bali, terutama di daerah bagian tengah-timur yang memiliki dua gunungapi aktif (G.Agung dan G. Batur) sebagai fokus. Kegiatan penyelidikan geodinamika tsb. selain dilakukan kegiatan laboratorium (penafsiran potret udara dan peta topografi, al…
Dalam triwulan pertama tahun 1992/1993 Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi menugaskan satu tim ke G. Lamongan untuk melakukan pendataan kembali pendudukan di sekitar Daerah Bahaya dan Daerah Waspadanya. Survei dilakukan selama 20 hari dengan petugas terdiri dari 7 orang, terhitung mulai tanggal 8 sampai dengan tanggal 27 Mei 1992.
Laporan ini merupakan kumpulan informasi yang diperoleh dari kelompok kerja Seismik/Magenetik, Kantor Seksi Penyelidikan Gunung Merapi, yang telah memanfaatkan komputer baik dalam hal, pengolahan data sampai dengan penyimpanan data kegiatan G. Merapi. Penulis melakukan pengamatan sistem tersebut di Yogyakarta dari tanggal 14 Mei sampai 27 Mei 1992.
Terhitung dari tanggal 27 Juni sampai dengan Juli 1992 telah diukur enam stasiun deformasi disekitar G.Gede masing-masing satu kali, kecuali stasiun deformasi Taman Cibodas diukur 2 kali. Keenam stasiun yang telah diukur tersebut ialah : St. Taman Cibodas, St. G. Putri, St. Culamega, St. Goalpara, St. Perbawati, dan St. Situgunung.