Laporan ini disusun sebagai hasil inspeksi pertambangan di PT. Adaro Indonesia, Pringin kabupaten HSU Propinsi Kalimantan Selatan yang dilaksanakan berdasarkan SPPD No. 211,212 dan 213/SPPD/Pempro/91 tanggal 21 Desember 1991 atas nama Ir. EDDI Kisdiartanto, Prji dan Sumiati, dalam rangka pelaksanaan program kantor wilayah Depatrtemen Pertambangan da…
Dalam Wilayah Kerja Kantor Wilayah Deaprtemen Pertambangan dan Energi Propinsi Kalimantan Selatan terdapat tiga buah KUD (Koperasi Unit Desa) yang memiliki KP (Kuasa Pertambangan) Batubara.
Dalam rangka menginventarisasikan endapan gambut di Indonesia dalam pelita V tahun kelima anggaran 1992/1993 telah dilakukan penyelidikan pendahuluan endapan gambut di derah Pulang Pisau termasuk Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Kapuas, Propinsi Kalimantan Barat.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanaan Nomor 1986/Menhut-IV/1989 tanggal 18 Desember 1989 bahwa An. Batubara Telah Diberikan persetujuan areal/ daerah ebdapan batubara
Dalam PELITA V (tahun anggaran 19899/1990) Proyek Eksplorasi Bahan-bahan galian Industri dan Batubara di daerah Asu Ansang dan sekitarnya,Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Propinsi Klimantan Barat yang dilaksanakan pada hari pertengahna bulan Desember 1989 hingga bulan Januari 1990.
Dalam Tahun Anggaran 1988/1989, Proyek Pengembangan Pertambangan Batubara dan Gambut telah melakukan percobaan pemanfaatan gambut Kalampangan di Palangka Raya Kalimantan Tengah.
Dengan semakin pesat lajunya pertumbuhan industri perkayuan dan industri lainnya di propinsi Kalimnatan Barat, menyebabkan permintaan akan kebutuhan tenaga listrik kian hari kian meningkat
Sejak adanya krisis minyak bumi yang pertama pada tahun 1973, pemerintah mulai berpaling pada sumber energi lainnya untuk menekna kenaikan konsumsi minyak dalam negeri dan menggantikannya dengan sumber energi tersebut.