Dalam Juni 1982 Feta Daerah Bahaya G. Galunggung (A. D. Wirasaputra dan S. Wikartadipura, 1971) ditinjau kembali serta dilengkapi. Seperti la zim dilakukan pembuatan peta didasarkan atas morfologi, topografi dan kerusakan akibat letusan sebagaimana tercatat dalam sejarah.
Penelitian diutamakan untuk menentukan ketebalan penyebaran bahan-bahan jatuhan piroklastika dan lahar serta efek untuk daerah sekitarnya yang berasal/diakibatkan dari priode kegia-tan G. Galunggung yang baru pada daerah yang terliputi oleh jalur-jalur potret udara yang sudah dibuat.
Hasil dari penyelidikan ini selain ada penambahan daerah yang dipetakan yaitu daerah bagian Barat, Timur dan Uta-ra puncak Galunggung serta beberapa batas daerah sekitar nya, juga terdapat perbaikan serta penambahan data.
Aktifitas Galunggung (April 1982) menghasilkan 3 macam bencana, yaitu; (1)Bencana aliran lahar panas dan dingin; (2) Aliran "awan-panas" yang mengikuti alur sungai (Dari Ps. Ngemplong - Sinagar) yang mencapai jarak 6 km; (3) Semprotan terarah (directed blast) yang mencapai jarak 3 km dari kawah Galunggung (G.Jadi -Ps. Ngemplong).
Salah satu program seksi Pemetaan Geologi Gunungapi, Sub direktorat Pemetaan Gunungapi perioda 1981 - 1982 adalah penelitian geologi Gunungapi Galunggung Jawa Barat. Di sini dilaporkan kemajuan hasil sementara pemetaan geologi daerah Gunungapi Galunggung Jawa Barat selama sebulan.
Hasil pengamatan menunjukkan, bahwa pada umumnya gempa yang tercatat dikuasai gempa tektonik dan hanya beberapa kali gempa gunungapi atau tektonik lokal. Hasil analisis dan perhitungan menunjukkan, gempabumi tsb pada umumnya bersumber di daerah selatan Pulau Jawa. Pengamatan gejala di permukaan pun tidak menunjukkan kelainan. Ini suatu tanda, bahwa kegiatan G. Galunggung pada waktu itu benar-be…
Salah satu program kesekian pemetaan geologi gunungapi, sub direktorat pemetaan gunungapi Galunggung Jawa Barat.
Sebagaimana telah direncanakan dalam tahun 1980 pada tanggal 26 sampai 31 Mei 1980 dilakukan pemeriksaan kawah G.Papandayan, G.Guntur dan G.Galunggung. Tujuan dari pemeriksaan tersebut adalah untuk mengetahui kegi-atan gunungapi tersebut dibandingkan dengan hasil pemeriksaan sebelumnya.
Pada tanggal 6 - 8 November 1979 dilakukan pemeriksaan dan pengukuran suhu di G. Galunggung, G.Guntur, G.Papandayan, dan G.Gede. Pemeriksaan ini dilakukan sehubungan dengan terjadinya gempabumi tektonik pada tgl 2 November 1979 yang episentrumnya terletak pada 3,85' Lintang Selatan dan 108' Bujur Timur (Pusat Meteorologi dan Geofisika).
Pemeriksaan terhadap . Guntur, 0. Galunggung, G. Gode G. Papandayan dilakukan pada tanggal 13 a/d 21 Haret 1977 dengan tujuan utana adalah untuk mengetahui koadaan kegiatan gunungapi dibandingkan dengan keadaan pemeriksaan yang lampau.