Gunungapi karangetang merupakan gunungapi yang paling aktif dibandingkan dengan gunungapi lainnya yang berada dalam rangkaian gunungapi di Sulawesi Utara. KArakter vulkaniknya sangat khas, dengan titik kegiatan yang selalu berpindah antara Kawah Utama bagian selatan dengan Kawah Utama bagian utara. Sifat letusannya bisa bersifat magmati eksplosif maupun magmatik efusif yang menghasilkan leleran…
Gunungapi Karangetang tercatat pertama kali meletus dalam tahun 1675. Sebagai gunungapi yang sangat aktif, masa istirahat G. Karangetang sangat singkat, berlangsung beberapa bulan kemudian meningkat kembali. PAda umumnya kegiatan dimulai dengan letusan asap/abu, dan biasanya berlangsung 2 atau 3 bulan. Kegiatan berlanjut berupa letusan mag,atik (eskplosif) diikuti dengan leleran lava (efusif). …
Gunungapi Karangetang merupakan gunungapi yang paling aktif dibandingkan dengan gunungapi lainnya yang berada dalam rangkaian gunungapi di Sulawesi Utara. Karakter vulkaniknya sangat khas, dengan titik kegiatan yang selalu berpindah antara Kawah Utama bagian selatan dengan Kawah Utama bagian utara. Sifat letusannya bisa bersifat magmatik eksplosif maupun magmatik efusif yang menghasilakn lelera…
Gunungapi Agung (3142 m dpl) di bali merupakan gunungapi strato berkomposisi basaltik andesit. Erupsi terakhir G. Agung terjadi dari 18 Februari 1963 hingga 27 Januari 1964. Erupsi tersebut menghasilkan jatuhan abu, awan panas, aliran lava dan lahar yang mengakibatkan 1148 korban jiwa dan 296 orang luka. G. Agung pernah meletus tahun 1808, 1843, 1963. Erupsi G. Agung menghasilkan produk berupa …
Agung merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang berada di kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Dalam catatan sejarah kehidupan manusia, Agung tercatat pernah empat kali meletus pada tahun 1808, 1821, 1843 dan 1963 (Kusumadinata, 1979). selain itu, dokumen kuno, Candrasangkala, menyebut letusan gunungapi Agung tahun 1710-1711 (Hagerdal, 2006).
Agung merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang berada di kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Dalam catatan sejarah kehidupan manusia, Agung tercatat pernah empat kali meletus pada tahun 1808, 1821, 1843 dan 1963 (kusumadinata, 1979). Selain itu, dokumen kuno, candrasangkala, menyebutkan letusan gunungapi Agung tahun 1710-1711 (Hagerdal, 2006).
Peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) terdeteksi di gunungapi Agung sejak 10 Agustus 2017 yang di ikuti oleh peningkatan jumlah gempa vulkanik dangkal (VB) pada 24 Agustus 2017, dan gempa tektonik lokal juga mulai mengalami peningkatan secara konsisten sejak 26 Agustus 2017. Peningkatan aktivitas seismik tersebut kemudian mendasari peningkatan tingkat aktivitas G. Agung ke Waspada (level II) pa…
Gunung api Agung (G. Agung) adalah salah satu gunungapi aktif type A dengan erupsi terakhir terjadi pada tahun 1963. Setelah mengalami masa istirahat selama 54 Tahun, G. Agung menunjukkan gejala peningkatan aktivitas vulkanik, baik berupa erupsi maupun peningkatan jumlah dan jenis kegempaan dan masih berlangsung hingga saat ini. Sejarah perkembangan tingkat aktivitas G. Agung sejak erupi terakh…
Peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) terdeteksi di gunung agung sejak 10 Agustus 2017 yang di ikuti oleh peningkatan jumlah gempa vulkanik dangkal (VB) pada 24 Agustus 2017, dan gempa tektonik lokal juga mulai mengalami peningkatan secara konsisten sejak 26 Agustus 2017. Peningkatan aktivitas seismik tersebut kemudian mendasari peningkatan tingkat aktivitas G. Agung ke waspaa (level II) pada 1…
Peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) terdeteksi di gunung agung sejak 10 Agustus 2017 yang di ikuti oleh peningkatan jumlah gempa vulkanik dangkal (VB) pada 24 Agustus 2017, dan gempa tektonik lokal juga mulai mengalami peningkatan secara konsisten sejak 26 Agustus 2017. Peningkatan aktivitas seismik tersebut kemudian mendasari peningkatan tingkat aktivitas G. Agung ke Waspada (level II) pada …