Memenuhi Surat Perintah Dinas/Jalan No. 238/5/1977 dan No. 239/5/1977, tertanggal Bandung 14 Januari 1977, penulis dan Sår. Ato Djuhara ditugaskan oleh Kepala Bagian Proyek Penelitian dan Pemetaan Gunungapi ke daerah G. Semeru selama 20 hari. Keberangkatan dari Bandung pada tgl. 17 Januari 1977.
Kegiatan yang dilakukan pada pemeriksaan puncak kali ini adalah, mengambil conto pasir pada setiap kawah, conto batuan, conto tanaman, pengukuran suhu fumarola/solfatara, pemeriksaan keadaan kawah sekarang serta pengambilan foto - foto.
Semua pemasangan peralatan telemetrik dilaksanakan oleh FIPA Universitas Gajah Mada yang dipimpin oleh Prof. Ir. Mugiono, melanjutkan rencana kerja yang terdahulu
Pengukuran ini dilakukan selama 7 hari dari 2 tempat tersebut, yaitu tanggal 29/6-1997 s/d. tgl 5/7-1977. Pengukuran dari tempat - tempat ini kerap mengalami kesulitan, karena pada waktu melakukan "aanpelingan" sering terganggu asap solfatara maupun asap guguran.
Dengan SPD No. 35/SDVCY/II/77 penulis ditugaskan untuk melakukan pengukuran kubah lava G.Merapi. Pengukuran tersebut bertujuan untuk mengetahui, antara lain : volum pendekatan kubah lava, tinggi puncak kubah lava dan tinggi masing - masing titik bidik.
Pengukuran kubah lava ini bertujuan untuk mengetahui volum pendekatan, tinggi puncak kubah lava dan tinggi masing - masing titik bidik. Dalam pelaksanaannya, diukur dengan jalan "aanpeilingen" dari 2 (dua) tempat titik tetap, yakni G. Maron T.363/961 dan lainnya dari tugu Pos Volkanologi Plawangan + 1.295,90 m
Telah beberapa kali terlihat bahwa gejala gempabumi volkanik di G. Merapi merupakan tanda awal nebelum terjadi kegiatan-kegiatan yang tampak dipermukaan. Tetapi sampai sejauh mana kedua gajala tersebut saling berhubungan, belum jelas. Demikian pula dengan gejala gempabumi tektonik di sekitar G. Merapi. Meskipun banyak orang telah membicarakannya, tetapi belum dapat disimpulkan dengan jelas baga…
Pemeriksaan terhadap . Guntur, 0. Galunggung, G. Gode G. Papandayan dilakukan pada tanggal 13 a/d 21 Haret 1977 dengan tujuan utana adalah untuk mengetahui koadaan kegiatan gunungapi dibandingkan dengan keadaan pemeriksaan yang lampau.
Laporan ini berisi pelaporan mengenai perjalanan di gunung Ciremai dengan menyebutkan waktu, suhu, serta ketinggian.
Pemetaan situasi dan pemeriksaan banjir lahar atau dengan ka ta lain ialah banjir bandang yang terjadi pada tgl. 13 dan 17 November 1976, dilakukan oleh penulis disertai Sdr. Sobana masing-masing dengan SPJ. No. 4872/s/1976 dan SPJ. No. 4875/8/1976. Daerah yang dipetakan ialah K. Basuke Sarat, K. Besuk Kembar, letak nya di Desa Sumberurip Kecamatan Pronojivo, daerah pemeriksaan la- har ialah K.…