Gunung Sewu adalah salah satu contoh Topografi Karst didaerah Tropis yang terdiri dari ribuan bukit - bukit berbentuk kerucut dimana bukit - bukit ini dipisahkan satu sama lain oleh lembah - lembah yang bentuknya tidak teratur.
Pengecekan dan kalibrasi ini sangat perlu diadakan mengingat sebagian besar dari peralatan seismograph itu terdiri dari peralatan yang menggunakan component elektronika yang sering dapat berubah karakteristiknya akibat panas yang disebabkan oleh lamanya pemakaian yang terus menerus, sebab gangguan cuaca atau bisa juga berubah yang disebabkan oleh menurunnya tegangan power (batere).
G. Lamongan yang terletak dalam wilayah Kabupaten Probolinggo dan Lumajang mempunyai ketinggian 1651 dml. Diapit oleh G. Tengger yang merupakan sebuah kaldera dan G. Hiyang Argopuro, gunungapi yang sudah dianggap sudah padam.
Pada tahap pertama kegiatan pendataan kependudukan hanya dapat dilakukan terbatas, pada bahaya langsung di dalam daerah sebaran awan panas letusan dan awan panas guguran, terutama di wilayah Kecamatan Srumbung.
Tim penyelidikan Geokimia Gunung Papandayan dan G. Gede dengan tenaga pelaksanaan 2 orang terdiri Sdr. Ita Darwita dan penulis sendiri dibantu tenaga harian setempat.
Dalam rangka melaksanakan kegiatan lapangan Pemetaan Topografi dan Pengukuran Deformasi, penulis berdasarkan Sppd no. 1012/R/85 ditugaskan ke gunung Kelut bagian baratdaya untuk memetakan topografi daerah lahar Berni termasuk Desa Candirejo, Kec. Ponggok, Kab. Blitar, Prop. Jawa Timur. Lamanya pekerjaan di daerah tersebut 30 hari mulai Juli hingga 2 Agustus 1985.
G. Kelut, Jawa Timur meletus terakhir pada 1966. Berdasarkan data statistik, siklus kegiatan G. Kelut adalah 15 sampai 24 tahun.
Tujuan penyelidikan untuk meghimpun data geologi, mencakup stratigrafi, struktur geologi, geomorfologi dan penyebaran hasil letusan masa lampau, dan aspek kegunungapian lainnya.
Maksud dan tujuannya yakni bahwa kami ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan pengykuran suhu Ranu - Ranu di sekitar Gunung Lamongan serta pengamatan visual dan pengukuran suhu solfatara Gunung Bromo untuk mendapatkan data kegiatan Gunung Bromo dibandingkan dengan sebelumnya.
Untuk melaksanakan pemetaan topografi penulis menggunakan jalan dari Kp. Gunungputri/Cipanas, sebabnya adalah: a)Waktu perjalanan relatif tidak terlalu lama b) Pembantu lapangan tidak terlalu mahal c) Perjalanan tepat mencapai lokasi "Base camp" yang direncanakan.