Sungai Duren terletak di Barat Daya G. Merapi diantara S. Batang dan S.Bebeng. Hulu sungai ini terletak pada ketiggian + 664.82 d. p. a. l., yang lokasinya berdekatan dengan S. Bebeng.
Kubah lava tampaknya semakin besar. Asap solfatara woro dan gendol tampak putih tipis, kadang - kadang agak tebal berwarna kekuning - kuningan, tekanan gas lemah, tinggi asap ik. 250 - 600 meter dari puncak.
Sehubungan dengan banjir (lahar) di daerah Perkebunan Gambar yang merusak 15 ha daerah perkebunan, dan 60 buah rumah terlanda diantaranya 4 rumah hanyut dan 7 rumah tertimbun pasir sehingga diadakan pemindahan rumah secara lokal, maka beberapa orang petugas ditugaskan ke daerah tersebut dari tgl. 10-12-76 s/d 23-12-76.
Sehubungan dengan saran Sdr. Sadjiman dari laporan pengamatan K. Putih dan K. Batang datanggal * Maret 1977, yaitu alangkah baiknya bila diadakan survey K. Blongkeng, K. Putih, dan K. Bebeng, dan sesuai dengan rencana seksi PETAPI.
Letusan gas masih sering terjadi dengan tinggi asap letusan 200 - 700 meter dari puncak, berwarna putih kecoklatan. Letusan agak meingkat jumlahnya dibandingkan dengan bulan lalu, tetapi guguran lava agak menurun jumlahnya.
Penyelidikan gunungapi dillakukan dengan cara mengukur parameter - parameter fisika atau kimia pada suatu gunungapi misallnya seismik, suhu, topografi, magnetik, grafitasi,komposisi, gas, dll.
Dilihat dari rata - ratanya ternyata kadar HC1 dari contoh gas tanggal 8 September 1974 dan tanggal 16 Februari 1975 dalam jangka waktu kira - kira 5 bulan, tidak jauh berbeda, yaitu masing - masing 4601 ppm dan 4506 ppm, walaupun keadaan suhu gas serta lokasinya jauh berbeda.
Pada akhir minggu pertama bulan Maret 1967 G. Merapi menunjukan kegiatan berupa turunnya awan awan pijar guguran ke jurusan K. Batang, K. Bebeng, K. Putih yang menggapai jarak maksimum 1k. 6 km.
sehubungan dengan peningkatan kegiatan G. Merapi, sejak tanggal 6 Mare 1976, Sdr. Rudy Dalimin B. SC., Sdr. S. Harto dan Sdr. Asep Djaja bersama penyusun ditugaskan ke sekitar G. Merapi.
Pengukuran kubah lava bertujuan untuk mengetahui "volum pendekatan" nya. Disini penulis menggunakan istilah "volum pendekatan", karena berdasarkan cara - cara pengukurannya, antara lain sebagai berikut: a) puncak kubah lava diukur dengan "aanpeilingen" dari 2 tempat titik tetap. b) disesuaikan dengan peta ukuran puncak G.Merapi, yang dilakukan oleh penulis sendiri pada tahun 1962.