Pendataan Kependudukan di Gunung Ciremai merupakan realisasi dari rencana Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi tahun anggaran 1991/1992, Tim Penyuluhan Vulkanologi dan Pengadaan Informasi. Penulis ditugaskan untuk melakukan pendataan kependudukan serta aspek sosial lainnya yang berada di dalam daerah bahaya G.Ciremai.
Letusan G.Kelut 10 Februari 1990 telah menimbulkan berbagai kerusakan yang tidak sedikit. Penyebaran material letusannyapun mencakup wilayah yang relatif cukup luas. Suatu indikasi bahwa letusan ini relatif besar yang diperkirakan dapat menimbulkan perubahan topografi/morphologi pada areal sekitar puncak, sehingga dianggap perlu dilakukan pengukuran topografi dan situasi sekitar puncak gunung …
Sehubungan dengan rencana kerja Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Geologi Gunungapi Direktorat Vulkanologi, dalam PELITA ke V Tahun ke 3, tahun anggaran 1991 - 1992 untuk melakukan pendataan kependudukan dan potensi lahar yang akan datang di G.Kelit Jawa Timur, setelah letusan pada 10 Februari 1990.
Sebagai kelanjutan pembuatan dokumentasi sebelumnya terhadap aktivitas G.Kelut, Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi telah menugaskan penulis beserta regu kerjanya untuk membuat dokumentasi berupa foto keadaan terbaru yaitu satu tahun setelah letusan.
Penyelidikan endapan batugamping di daerah Way Gading bertujuan untuk mengetahui sebaran endapan secara lateral maupun vertikal, serta jumlah cadangan maupun mutu dari batugamping yang ada. Penyelidikan ini juga memetakan topografi dengan skala 1:5000 pada daerah seluas 300 hektar untuk mengetahui sebaran batuan dan urutan stratigrafi yang ada.
Penyelidikan geolistrik yang mempergunakan metoda Schlumberger sounding dan mapping di daerah G.Slamet - Jawa Tengah, dilakkukan dengan maksud untuk mengetahui penyebaran daerah anomali rendah yang mungkin ada hubungannya dengan aktifitas panasbumi dibawah permukaan.
Laporan ini di buat sebagai laporan kegiatan penelitian tim petrokimia dan gas dari Sub. Dit Analisa Gunungapi yang dilakukan di Gunung Ciremai, Jawa Barat, pada tanggal 20 April s/d 9 Mei 1991.
Penyelidikan geofisika menggunakan metode gaya berat, geomagnet, dan geolistrik telah dilakukan di daerah panas bumi Wae Sekat, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan, dengan luas area $5 \times 6$ km$^2$. Manifestasi panas bumi yang teridentifikasi berupa mata air panas Wainoso 1 dan 2 dengan suhu antara 60–90°C dan pH netral, yang berada pada tatanan geologi berupa perbukitan curam…