Salah satu kebutuhan akan bahan pupuk, dapat diharapkan dari unsur kalium yang terdapat di dalam batuan. Man rut laporan terdahulu, jenis batuan kaya kalium banyak terdapat di sekitar Gunung Muria di Jawa Tengah (Boom gaart 1937, Fermin 1937).
Daerah Riau memiliki jenis bahan galian yang begitu kompleks dengan litologi yang terdiri dari batuan metamorf, batuan sedimen, batuan terobosan dan batuan vulkanik. Secara struktur, daerah ini merupakan bagian dari cekungan Sumatera Tengah yang didominasi oleh batuan sedimen tersier. Beragam penemuan di daerah Riau menunjukkan adanya harapan baik untuk pengembangan potensi timah dan logam lain…
Dari tanggal 10 Mei 1981 sampai dengan tanggal 29 Mei 1981 saya ditugaskan oleh Kepala Seksi Pemetaan Topografi untuk mengadakan pengukuran peningkatan lokasi - lokasi titik pengukuran kelandaian lereng (Benchmark) dengan titik triangulasi yang ada disekitarnya menurut SPPD No. 278/P/81, tanggal 9-5-81.
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap Pos - Pos Pengamatan di Jawa Timur dan Jawa Tengah bahwa bangunan - bangunan tersebut pada umumnya masih baik dan masih dapatt dipergunakan. Hanya perlu ditekankan disini bahwa sarana bangunan tersebut mengingat pada umumnya lokasinya terletak agak jauh dari kota dan keadaan alam sekitarnya menuntut secara rutin diadakan perawatan yang intensif agar lebih t…
Selama Januari sd. 23 Desember 1981 kegiatan G.Kelut masih normal. Suhu yang diperoleh dengan cara pengukuran langsung, suhu air danau berkisar antara 30'C - 32,5' C. Volum air 1,25 juta meter kubik.
Letusan hampir terus menerus terjadi setiap bulannya. Demikian pula guguran - guguran lava yang diselingi oleh awan panas guguran. Semuanya masuk ke jurusan Besuk Kobokan dan Besuk Kembar. Letusan - letusan yang terjadi hanya menyebabkan hujan abu di sekitar puncak saja, kecuali bila pada saat letusan bertiup angin yang sangat kencang, abu dapat mencapai desa di lereng atas G. Semeru.
Salah satu program kesekian pemetaan geologi gunungapi, sub direktorat pemetaan gunungapi Galunggung Jawa Barat.
Banyak cara yang sudah diketahui untuk menyelidiki kegiatan suatu gunungapi yang hingga saat ini ada beberapa diantaranya dilaksanakan oleh unit-unit kegiatan dilingkungan Direktorat Vulkanologi. Dari hasil penyelidikan-penyelidikan tersebut telah banyak terkumpul data, namun demikian hingga saat ini belum mampu dievaluasikan untuk kepentingan peramalan letusan gunungapi pada waktunya.
Pengamatan seismik terhadap gunungapi tipe A yang sudah istirahat merupakan suatu keharusan. Data yang di-peroleh dari hasil pengamatan dalam keadaan tenang akan berguna sebagai bahan pembanding pada waktu-waktu menda-tang.