Indonesia sebagai suatu daerah gunung berapi diatas permukaan bumi, jang mempunyai 149 pust kegiatan (gunung berapi). Sejak tahun 1800 menurut statistik bercana yang disebabkan gunung berapi terjadi 1 x dalam 3 tahun, sejdangkan bencana tersebut tidak kurang dari 135.000 kecelakaan, beratus-ratusdesa dan beribu ribu hektare dari tanah dan hutan dimusnahkan, akiibat dari letusan gunung api akan …
Dengan adanja kegiatan G. Someru sedjak bulan September 1967 dan peristiwa-peristiwa terdjadinja lahar di Besuk Ko-bokan (K. Redjali) dan K. Glidik, telah diminta oleh Koman-do Pelaksana Penanggulangan Bentjana Alan Djawa Timur di Surabaja, petugas Volkanologi untuk mengadakan survey di G. Semeru,
Pendakian puncak G. Semeru yang dilakukan mulai tanggal 20-8-1969, telah kembali dengan selamat pada tgl. 22/8-1969 djam 11.00, ketempat pemberangkatann yaitu pos Tawongsongo, djadi memakan waktu 2,5 hari.
pekerjaan yang dilakukan penulis yang dibantu oelh Sdr. Samud adalah pembuatan penampang melintang sepanjang sungai-sungai yang hulunya berasal dari sekiatar puncak Gunung Tangkuban Perahu.
Kemungkinan penyebaran daerah endapan lahar ini bisa terjadi didaerah sekitar Bandung dan Cimahi, apabila banyak endapan bahan-bahan piro klastika (bahan-bahan hasl letusan berupan bom, lapili, pasir gunungapi, dan abu gunungapi) yang baru,jika terbawa air hujan ke bawah.
Dalam peninjauan pada tanggal 14 Desember 1961, peninjauan menerangkan sbb: yang sudah selesai baru Rumah pesawat dan rumah agregaat.
Pada tanggal 22 Desember 1952 jam 07.00 berangkatlah kami dari Pasauran dan datang di Pandeglang jam 15.00. Sesampainya di Pandeglang kami terus menuju ke Kawedanan, dan pada Bapak Wedoro (Sastra Suganda) kami terangkan maksud kedatangan kami, ialah untuk meninjau Kawah G.Karang. Atas persetujuan dan advies Bapak Wedana, kami bermalam diumah Bapak Asisten Wedana (Sdr. Achmad).
Sepandjang lembah S. Tjimudjja merupakan merupakan daerah bahaja sampai dimuara dengan S. Tjiasem
Dengan surat perintah Wk.Kepala Pusat Djawatan Geologi di Bandung No. Sw. 80/59 tgl 29/1-1959, penulis disertai Sdr. S.Harto Pengamat Teknik Geologi, diberi tugas oleh Kepala Urusan Vulkanologi untuk menetapkan tingginya permukaan air kawah G.Kelut dari laut dan membuat tracee jalan jeep dari pos Vulkanologi G. Sawur ke jalan umum.
Dengan surat perintah Wk.Kepala Pusat Djawatan Geologi di Bandung No. Sw. 80/59 tgl 29/1-1959, penulis disertai Sdr. S.Harto Pengamat Teknik Geologi, diberi tugas oleh Kepala Urusan Vulkanologi untuk menetapkan tingginya permukaan air kawah G.Kelut dari laut dan membuat tracee jalan jeep dari pos Vulkanologi G. Sawur ke jalan umum.