Coal Bed Methane (CBM) adalah gas methane yang terbentuk dalam lapisan batubara. CBM ini merupakan salah satu fraksi gas dari Coal Bed Gas (CBG), yaitu gas alam yang terjadi di dalam lapisan batubara atau diproduksi dari suatu lapisan batubara. Gas dalam lapisan batubara biasanya terdiri dari Mebane (CH4), carbon dioxide (C02), Nitrogen (N2) dan air (Hp) …
Lingkup kegiatan dalam survei akuisisi data geologi daerah panas bumi Bittuang meliputi pemetaan struktur geologi detail dan pemetaan batuan ubahan di sekitar daerah prospek panas bumi Bittuang hasil dari survei geosains sebelumnya.Pemetaan struktur geologi meliputi analisis melalui citra satelit dan atau foto udara, serta pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan. Pemetaan batuan ubahan m…
Daerah panas bumi Bittuang secara administratif termasuk ke dalam Wilayah Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. Prospek panas bumi Bittuang dicirikan oleh kehadiran manifestasi berupa mata air panas bertemperatur 36°C - 93°C, steam vent bertemperatur 68°C, batuan ubahan, dan kaipohan. Penelitian terkait panas bumi di Daerah Bittuang telah dilakukan beberapa kali, diantaranya oleh…
Kegiatan survei rinci di daerah panas bumi Nage, Provinsi Nusa Tenggara Timur dilakukan untuk mengidentifikasi peranan kontrol struktur geologi terhadap zona permeabilitas dan mengetahui zonasi mineral ubahan serta mengestimasi umur batuan atau proses hidrotermal yang terjadi, dalam kaitannya dengan pembentukan sistem panas bumi di daerah Nage, melalui pengamatan dan pengambilan conto di lapang…
Penyelidikan petrologi dan geokimia batuan merupakan salah satu komponen yang tidak bisa lepas dari serangkaian penyelidikan-penyelidikan mengenai gunungapi. Batuan vulkanik baik lava, piroklastik maupun lahar merupakan hasil kegiatan suatu gunungapi. Lava dan piroklastik dari suatu gunungapi merupakan batuan yang dihasilkan langsung oleh magma, yang selama perjalanannya naik ke permukaan telah…
Kompleks gunungapi Iyang Argapura berdasarkan sejarah erupsinya termasuk gunungapi tipe B (kusumadinata, 1979). Erupsi terakhir yang tercatat adalah pada tahun 1500, yaitu erupsi phreatik yang terjadi di puncak dan meningalkan bekas lubang letusan berdiameter 50-80 meter dengan kedalaman 20-45 meter (van padang, M.N.,1951)