Gejala aktivitas vulkanik dan tektonik pada beberapa masa krisis di G. Kelut selama selang waktu antara letusan 1966 sampai 1990 dianalisis untuk mendapatkan pola kegiatan magmatik G. Kelut. Gejala tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan megmatik berhubungan dengan kalainan sebaran gempa tektonik mulai kedalaman 100km dan ativitas vulkanik merupakan lanjutan ativitas tektonik tersebut.
Aktivitas kegempaan Gunungapi Ijen sangat menarik untuk dikaji keberadaan danau kawah yang memiliki volume air sekitar 30 juta m3 ini memiliki aktivitas hidrotermal yang tinggi sehingga diindikasikan adanya patahan-patahan yang membantu jalur migrasi fluida bawah permukaan Gunung Ijen. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan perubahan temporal spektral gempa vulkanik tipe A dan Tipe B serta …
Beberapa karakteristik Gunung Lokon yang telah di teliti menunjukkan bahwa gelombang gempa vulkanik Gunung Lokom memiliki keunikan yang berbeda dengan gunungapi lain di Indonesia. Pemantaun kegempaan Gunung Lokon dilakukan menggunakan 5 stasiun seismik di sekita Gunung Lokon.
Gunung Gede sering menunjukkan peningkatan kagiatan, antara lain tahun 1990 hingga 1992, tanpa diakhiri letusan. Peningkatan kegiatan ini ditandai dengan meningkatnya jumlah gempa gunungapi. Pemantauan kegempaan dilakukan secara menerus dengan satu stasiun, direkam dengan cara analog.
lapangan panasbumi Kamojang telah mengalami penurunan kadar air hingga 20%, sehingga menyebabkan turunnya produksi uap. Upaya peningkatan produksi uap terebut dengan cara injeksi air pada sumur-sumur yang sudah tidak produktif.
Aktivitas Gunung Semeru terdapat di kawah Jonggring Seloko yang terletak di tenggara Puncak Mahameru. Letusan Gunung Semeru umumnya bertipe Vulkanian dan Trombolin. Aktivitas yang terekam pada stasiun pemantauan adalah gempa bumi vulkanik terjadi akibat adanya aktivitas magma atau fluida.
Penelitian yang telah dilakukan ini bertujuan untuk mengklasifikasikan gempa pada Gunung Lokon dan menganalisis karakter gempa-gempa tersebut untuk menentukan mekanisme letusan dari Gunung Lokon berdasarkan rekaman data seismogram April sampai dengan Mei 2012.
Gunung Lokon merupakan salah satu gunungapi aktif yang cukup berbahaya di Sulawesi Utara. Hunung Lokon termasuk gunungapi tipe strato dengan memiliki Kawah Tompaluan. Pemantauan kegempaan dilakukan secara terus menerus dengan tiga stasiun seismometer, direkam secara analog dan digital.
Data kegempaan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder dari pemantauan seismik di Pos Pengamatan Gunungapi Guntur, yakni data seismik (kegempaan) dalam kurun waktu 1 Januari 2008 - 26 Agustus 2008.
Gempabumi vulkano tektonik (VT) berhubungan dengan intrusi fluida di dalam tubuh gunungapi. Frekuensi dari spektral VT mengindikasikan stress efektif yang berasal dari aktivitas gunungapi. Spektral ini dapat diaplikasikan untuk menentukan parameter sumber dan dinamika sumber dari gempabumi VT tersebut.