Secara administrative, kompleks ini masuk ke dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Dataran tinggi ini dapat dicapai dari dua arah, yaitu dari Kota Banjarnegara dengan waktu tempuh sekitar dua jam dan dari Wonosobo dengan waktu tempuh sekitara satu jam berkendara. Tercatat hingga saat ini terjadi setidaknya 15 kali letusan di Dataran Tinggi Dieng.
Gunungapi Gede terletak di wilayah Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi Jawa Barat. Ketinggian G. gede 2958 m dppl dan bertipe strato. Terdapat 7 buah kawah yaitu Kawah Wadon, Lanang, Ratu, Gede, Gemuruh, Sela, dan Kawah Baru. Erupsi G. Gede pertama kali terjadi pada tahun 1747 - 1748. Erupsi G. Gede terakhir terjadi pada tahun 1958 dan sampai sekarang G. Gede beberapa kali mengalami kenaikan …
Gunungapi Kelud merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A, berbentuk strato, secara administratif terletak dalam tiga wilayah Kabupate yaitu Kediri, Blitas, Malang, propinsi Jawa Timur. Dalam catatan sejarah, G. Klud sampai abad ke 20 tela mengalami erupsi sebanyak 7 kali, Yaitu pada tahun 1901, 1919, 1951, 1966, 1990, 2007 dan 2014.
Gunungapi Guntur merupakan komplek gunungapi yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Komplek gunungapi ini terdiri atas beberapa kerucut gunungapi. Kerucut gunungapi muda terdiri atas Gunung Masigit, Sangian Buruan, Parupuyan, Kabuyutan dan Guntur. Deretan gunungapi ini membentuk kelurusan dalam arah barat laut - tenggara.
Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato yang memiliki beberapa kawah aktif diantarany: kawah Emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan Kawah Baru. Aktivitas vulkanik G. Papandayan cukup tinggi pasca letusan di tahun 2002, ditandai dengan beberapa kali peningkatan gempa-gempa vulkanik kendati tidak diakhir dengan terjadi letusan.
Gunungapi Kelud merupakan salah satu gunungapi aktif berbentu strato dan menurut klasifikasi aktivitas termasuk Tipe A. Gunung Kelud juga merupakan salah satu gunungapi yang sebelum bulan November 2007 mempunyai danau kawah dipuncaknya, luas danau kawah lebih kurang 400.000 meter persegi dengan volume air 2,6 juta meter kubik.
Gunungapi Perbakti merupakan salah satu gunung api yang berada di sebelah Baratdaya G. Salak Menurut Van Padang (1951(, G. Perbakti termasuk kedalam kelompok gunungapi tipe C, dimana aktivitas vulkanik saat ini berupa solfatara dan fumarola. Saat ini G. Perbakti telah dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik tenaga Panasbumi.
Gunungapi Tangkuban Parahu adalah gunungapi strato tipe A yang berada dekat dengan pusat Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, yaitu Kota Bandung. Di bagian puncak G. Tangkubanparahu terdapat 9 buah Kawah. Daerah sekitar puncak merupakan kawasan hutan lindung sedangkan di bagian kaki dan lereng terdapat pemukiman penduduk, terutama lereng selatan, timurlaut, dan utara.
Gunungapi Dieng merupakan salah satu gunungapi aktif bertipe strarto dengan lapangan solfatara dan fumarola serta banyak kawah (cone). Secara geologis, Pegunungan Dieng merupakan daerah yang banyak terdapat patahan atau sesar. Struktur runtuhan kompleks Dieng pada akhir Pleistocene menghasilkan rekahan (Fault) yang luas.
Kompleks G. Bromo - Tengger terdiri dari dua buah kaldera yang saling tumpah tindih. Sebagian area kaldera tua hilang akibat pemunculan kaldera yang lebih muda. Dasar kaldera ini memiliki ketinggian lebih kurang 2100 m di atas permukaan laut dan sebagian besar tertutup oleh endapan pasir lepas. Tinggi dari tebing kaldera ini l. 150 -1500 m dari lautan pasir.