Dalam rangka pemantauan tingkat aktivitas Gunung Merapi telah dilakukan pemantauan secara terpadu dari berbagai bidang yaitu geokimia, seismik, deformasi, dan laharan.
Dalam rangka mengantisipasi peningkatan aktivitas gas Gunung Merapi telah dilakukan pemantauan secara kimia yaitu dalam bidang geokimia gas. Kegiatan penyelidikan meliputi pengambilan dan analisis kimia gas vulkanik dan pengukuran temperatur di lapangan solfatar Gendol G.13 dan Woro. 30 di Puncak G.Merapi. Selain itu, dilakukan pula cuplikan udara bebas di puncak G.Merapi.
Penyelidikan kimia gas, air, dan batuan pada bulan Mei 1992 meliputi kegiatan pengambilan cuplikan gas vulkanik, udara bebas, pengukuran temperatur di lapangan solfatar Gendol dan Woro serta pengamatan visual di Puncak G. Merapi, pengukuran kecepatan emisi gas S02 dengan COSPEC, pengambilan cuplikan udara tanah, udara bebas dan air dibeberapa lokasi sekitar G.Merapi seperti Plawangan, Kaliurang…
Studi kimia terhadap cuplikan gas, air, dan batuan yang diambil dari lapangan solfatar gunungapi dan lokasi lain di sekitarnya adalah sangat penting dalam rangka menunjang peramalan tingkat kegiatan atau letusan gunungapi yang bersangkutan.
Penelitian ini berkisar dari pencarian dan pengambilan contoh batuan di lapangan dengan memperhatikan gejala vulkanik, terkait sampai ke studi petrografi dan analisa kimia major dan trace elemen di laboratorium.
Laporan ini di buat sebagai laporan kegiatan penelitian tim petrokimia dan gas dari Sub. Dit Analisa Gunungapi yang dilakukan di Gunung Ciremai, Jawa Barat, pada tanggal 20 April s/d 9 Mei 1991.
Penyelidikan geokimia panasbumi dilakukan untuk mengamati dan meneliti setiap gejala panasbumi yang nampak dilapangan, baik berupa sumber panasbumi yang muncul dipermukaan maupun gejala-gejala yang ada seperti adanya alterasi, oksidasi maupun gejala yang lain yang masih ada hubungannya dengan sumber panas bumi dikedalaman.
Dalam rangka kegiatan Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panas bumi tahun anggaran 1989 - 1990, Tim Penyelidikan Geokimia Panasbumi pada bulan Januari - Februari 1990 melakukan Penyelidikan Geokimia Pendahuluan Panas Bumi di daerah komplek G.Iyang Argopuro Jawa Timur.
Catatan sejarah telah menunjukkan, bahwa Gunung Guntur adalah salah satu gunung api yang sangat berbahaya di antara gunung api - gunung api yang ada di Indonesia.
Tuan Junghuhn membahas mataair ini sbb 'sumber ini, lk 1400 kaki dml di dekat kp. Sangkanurip, bernata air langsung dekat alur Cian-par. Suhu airnya 32.4 deg R atau 105 deg F pada derajat panas cuaca 19.5 deg R atau 76 deg F dan 19.1 ^ 0 R dari air anak sungai (pk. 8 pada 19 Agustus 1837). Rasanya memualkan dan berbau gas zat air belerang. Sumber ini membual dari bongkah-bongkah puing (batu gul…