Minggu kedua Desember 1991 terjadi lonjakan jumlah gempa tektonik lokal, yaitu mencapai 172 kejadian, kemudian untuk memantau pengaruh tersebut terhadap kegiatan vulkanik G.Lamongan, serta kemungkinan pembentukan rekahan seperti pernah terjadi sebelumnya, maka perlu dilakukan pemantauan seismik lebih intensif dan peninjauan lapangan.
Stasiun stasiun pengukuran deformasi yang dibuat sebelum tahun 1991 sebagian besar terdapat di daerah maar yaitu kaki G. Lamongan di bagian barat, sehingga ditinjau dari tujuan untuk pemantauan Gunungapi Lamongan masih perlu tambahan titik ukur -m - titik ukur tetap untuk tujuan memperoleh gambaran perubahan yang ada akibat aktifitas G.Lamongan.
G.Lamongan (+1651 m) yang mempunyai dua puncak, Lamongan dan Tarub, terletak di dalam wilayah Kabupaten Lumajang dan Probolinggo, Jawa Timur. Merupakan sebuah gunugapi kecil yang diapit oleh dua gunungapi raksasa, Kaldera Tengger di sebelah barat dan Kompleks G.Iyang Argopuro di sebelah timur.
Pengamatan seismik Gunung Lamongan dilakukan di Pos Gunung Meja. Dipakai seismograf dengan sistem pemancar gelombang radio (RTS) yaitu di setiap seismometer dilengkapi dengan pemancar untuk mengirim gelombang sinyal. Sedangkan di Pos Pengamatan dilengkapi dengan alat penerima gelombang sinyal. Seismometer dan pemancar di pasang di tiga lokasi yaitu G. Anyar (GAN), G.Grobogan (GRO), dan G. Dadap…
Sesuai rencana kerja dalam tahun anggaran 1990/1991 Seksi Pengamatan Gunungapi wilayah Jawa Bagian Timur, Direktorat Vulkanologi-Bandung, Pimpro menugaskan penulis dengan SPPD no. 977/0441/3402 untuk melaksanakan pengumpulan data pengamatan kegiatan Gunung Lamongan. Data tersebut meliputi hasil pengamatan visual dan kegempaan.
Dengan merujuk pada surat Direktur Direktorat Vulkanologi nomor 330/104/DGV/90 tanggal 17 Mei 1990 tentang kegiatan Penyuluhan Vulkanologi di wilayah Jawa Timur. Pendataan kependudukan dilaksanakan pada daerah yang diperkirakan akan terancam letusan yakni antara lain di wilayah - wilayah kecamatan Klakah, Kecamatan Ranuyoso, Kecamatan Ranuagung dan sebagian daerah Probolinggo sebelah Tenggara.
Dengan SPPD nomor 1108/0441/3402/90, tertanggal 8 Oktober L.Djoharman Bsc, Ir. Pudjo Asmoro MSc, Nanang Rahardja dan pengemudi Kosim Alsukar dengan kendaraan dinas Toyota D.7774 V, ditugaskan ke Gunung Lamongan, Kabupaten Lumajang - Jawa Timur selama 20 hari tanggal 8/10 s/d 27/10 - 1990 untuk melakukan pengukuran deformasi di sekitar lereng bagian barat guna mengetahui tingkat keaktifan Gunung…
as in the case with the slamet the beg eater movement of the lamongan has been in predestine
Zoowel Junghuhn als Fennema brengen een lijst van uit-barstingen, welke laatste tot 1885 reikt en hier met enkele toevoegingen is overgenomen. Fennema was ook de eerste, die met bewustzijn van lavastroomen sprak en het bestaan van gloed-wolklawinen aannam. De Lemongan behoorde tot de vulkanen waar-van bericht werd, dat hij voortdurend werkte. Dit blijkt even-min als bij den Semeroe het geval te…
During the following investigation below after the connection between eruptive phenomena and rain fall on the sunsit of the Lamongan, as such an ponsible, I have counted together those outbursts, which are known as such in the literature, although a fow older reports, which indicate increased activity, which is only observed from a distance and is not knows whether ash has been ejected, are per…