Penyelidikan dilakukan untuk menganalisa unsur - unsur kimia yang terkandung di dalam gas yang dihasilkan (dikeluarkan) oleh Gunung Ijen tersebut. Dari hasil analisa contoh gas tersebut diharap dapat membantu dalam perkiraan (peramalan) letusan gunungapi (khususnya Kawah Ijen).
Seksi Petrokimia dan Gas pada bulan Agustus 1992 melakukan penyelidikan tentang situasi kawah, analisa gas, analisa air, serta sampling batuan puncak. Hasil penyelidikan ini dapat dijadikan data dasar serta membantu dalam upaya pemantauan G.Gede. Pendakian ke puncak G.Gede bisa dilakukan dari beberapa arah. Sedangkan pendakian yang dilakukan pada penyelidikan ini melalui route G.Putri-G.Sela-Ka…
Dalam rangka pemantauan tingkat aktivitas Gunung Merapi telah dilakukan pemantauan secara terpadu dari berbagai bidang yaitu geokimia, seismik, deformasi, dan laharan.
Dalam rangka mengantisipasi peningkatan aktivitas gas Gunung Merapi telah dilakukan pemantauan secara kimia yaitu dalam bidang geokimia gas. Kegiatan penyelidikan meliputi pengambilan dan analisis kimia gas vulkanik dan pengukuran temperatur di lapangan solfatar Gendol G.13 dan Woro. 30 di Puncak G.Merapi. Selain itu, dilakukan pula cuplikan udara bebas di puncak G.Merapi.
Penyelidikan kimia gas, air, dan batuan pada bulan Mei 1992 meliputi kegiatan pengambilan cuplikan gas vulkanik, udara bebas, pengukuran temperatur di lapangan solfatar Gendol dan Woro serta pengamatan visual di Puncak G. Merapi, pengukuran kecepatan emisi gas S02 dengan COSPEC, pengambilan cuplikan udara tanah, udara bebas dan air dibeberapa lokasi sekitar G.Merapi seperti Plawangan, Kaliurang…
Studi kimia terhadap cuplikan gas, air, dan batuan yang diambil dari lapangan solfatar gunungapi dan lokasi lain di sekitarnya adalah sangat penting dalam rangka menunjang peramalan tingkat kegiatan atau letusan gunungapi yang bersangkutan.
Inventarisasi Mineral Bukan Logam dan Batuan Lainnya di Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Buleleng Provinsi Bali dilaksanakan dengan tujuannya untuk mendapatkan informasi wilayah prospek mineral bukan logam dan batuan di wilayah Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Buleleng Provinsi Bali. Metode penyelidikan yang dilakukan mencakup persiapan lapangan berupa kegiatan studi pust…
Buku ini membahas hal-hal yang berkaitan dengan geografi kebencanaan. Faktor-faktor fisik bencana yang dikaitkan dengan aplikasi social dan kebijakan dalam melakukan mitigasi bencana. Buku ini lebih mengutakan teori-teori kebencanaan, klasifikasi kebencanaa, metode dan Teknik dalam melakukan penelitian-penelitian kebencanaan yang berbasis pada Sistem Informasi Geografis (SIG), sehingga mitigasi…