Penyelidikan kimia gas, air, dan batuan pada bulan Mei 1992 meliputi kegiatan pengambilan cuplikan gas vulkanik, udara bebas, pengukuran temperatur di lapangan solfatar Gendol dan Woro serta pengamatan visual di Puncak G. Merapi, pengukuran kecepatan emisi gas S02 dengan COSPEC, pengambilan cuplikan udara tanah, udara bebas dan air dibeberapa lokasi sekitar G.Merapi seperti Plawangan, Kaliurang…
Studi kimia terhadap cuplikan gas, air, dan batuan yang diambil dari lapangan solfatar gunungapi dan lokasi lain di sekitarnya adalah sangat penting dalam rangka menunjang peramalan tingkat kegiatan atau letusan gunungapi yang bersangkutan.
Inventarisasi Mineral Bukan Logam dan Batuan Lainnya di Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Buleleng Provinsi Bali dilaksanakan dengan tujuannya untuk mendapatkan informasi wilayah prospek mineral bukan logam dan batuan di wilayah Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Buleleng Provinsi Bali. Metode penyelidikan yang dilakukan mencakup persiapan lapangan berupa kegiatan studi pust…
Buku ini membahas hal-hal yang berkaitan dengan geografi kebencanaan. Faktor-faktor fisik bencana yang dikaitkan dengan aplikasi social dan kebijakan dalam melakukan mitigasi bencana. Buku ini lebih mengutakan teori-teori kebencanaan, klasifikasi kebencanaa, metode dan Teknik dalam melakukan penelitian-penelitian kebencanaan yang berbasis pada Sistem Informasi Geografis (SIG), sehingga mitigasi…
Pengetahuan umum tentang kegunungapi dirasakan masih sangat kurang bagi Masyarakat Indonesia umumnya, dan khususnya bagi siswa sekolah. Dan kita ketahui bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat kaya dengan gunungapi aktif sebanyak 129 buah, membentang mulai dari bagian utara Sumatera melalui Bukit Barisan, Jawa, Bali, Nusatenggara, Maluku dan Sulawesi Bagian Utara, sepanjang kira-kir…
Condensates, silica tube sublimates and incrustations were sampled from high temperature fumaroles (500 - 800°C) and lava sample were collected at Merapi Volcano, Indonesia in Jan - Feb. 1984).
Pemantaun aktivitas gunungapi dapat dilakukan dengan berbagai metode, antara lain metode seismik, thermal, kimia gas, dan deformasi. Salah satu metode yang cukup efektif, disamping metode seismik yang umum digunakan adalah metode deformasi yang berbasiskan pada pengukuran geodetik terhadap deformasi horizontal dan vertikal dari daeah gunungapi tersebut.