Ulasan dari ke tiga buah conto batuan hasil ledakan G. Bromo pada bulan Juli 1980 adalah bahwa batuan ini berupa skoria dan bom gunungapi dari andesit piroksen. Pada umumnya disu-sun oleh mineral plagioklas, piroksen, bijih dan mineral pe-ngiring apatit, sedangkan masa kaca merupakan masa dasar batuan yang tidak sedikit jumlahnya.
Pada tanggal 7 Desember 1980 telah diadakan peninjauan kegiatan pengamatan G. Merapi oleh Bapak Sekretaris Jenderal Pertambangan dan Energi. Mendampingi beliau adalah Bapak Kepala Biro Hubungan Luar Negeri, Djayadi Hadikusumo, se-laku bekas pimpinan Sub Direktorat Vulkanologi, dan sebagai ahli gunungapi. Peninjauan kerja ini lebih bersifat in-cognito
Gunung Bromo yang tingginya 2329 m, terkenal di kalangan wisatawan sebagai tempat berlangsung 'Kesodo', Upacara keagamaan Hindu Budha, setiap setahun sekali bagi masyarakat Tengger.
Gunung Kelut adalah salah satu dari beberapa gunungapi aktif yang dianggap berbahaya di Indonesia.
Gempabumi di sekitar G. Lawu telahberlangsung sejak bertengahan bulan Desember 1978. Gempa dirasakan oleh penduduk di wilayah Kecamatan Plaosan dan Tawangmangu. Bahkan sampai di kota Magetan. Kegiatan sangat meningkat dalam bulan April 1979, yaitu diketahui dari makin banyaknya gempa yang terasa. Dalam bulan Mei mencapai puncaknya. Pada tgl. 14 dan 15 terjadi gempa terasa yang paling kuat. Teta…
Dalam laporan sementara ini akan memuat seluruh kegiatan yang dilakukan sejak bulan Juli 1977 hingga bulan Juni 1980 di G. Merapi Jawa Tengah, yang akan meliputi pencontohan dan analisa kimia contoh batuan, air dan gas G. Merapi, dan melibatkan sejumlah 993 buah contoh.
Setelah menerima pemberitahuan dari Pemerintah Daerah Tingkat II Probolinggo pada tanggal 13 Juni 1980, tentang peningkatan kegiatan G. Bromo, Jawa Timur, Direktorat Vulkanologi mengirim suatu tim terdiri dari 2 orang untuk mengamati dari dekat keadaan G. Bromo. Tim yang diberangkatkan dari Yogyakarta (petugas sedang berada di Yogyakarta untuk melakukan penyelidikan rutin G.Merapi) berada di Br…
Pada tanggal 9 Desember 1978 beberapa personil Sub Direktorat Panas bumi termasuk penulis menyertai "expert" dari Canada John T. Crandall ke Kamojang. Personil dari Direktorat Vulkanologi termasuk Ir. Susilo Badhri, Nikmatul Akbar B.Sc, Freddy Nanlohi B.Sc, dan pengendara mobil untuk melayani para personil, Harun Suherman.
Daerah Gunung Merapi Jawa Tengah dan sekelilingnya telah di petakan secara umum, antara lain : oleh R.W. Van bemmelen (1949); W. Raharjo; Sukandarrumidi; dan H.M.D. Rosidi (1977)/
Pemetaan geologi Komplek G. Lamongan dilaksanakan sesuai dengan Rencana kerja Seksi Pemetaan Geologi, Proyek Pemetaan Geologi Gunungapi, dalam Repelita III tahun II, Pemetaan ini diprioritaskan berhubung permasalahan di Komplek Gunungapi belum terungkapkan secara jelas.