Pada tanggal 23 Februari 1956, kami diberi tugas untuk memeriksa G.Kelud, berkenaan dengan terjadinya ombak didalam setinggi 5m, pada tanggal 20 Februari 1956, yang disebabkan oleh longsornya dinding kawah sebelah Barat-Daya dari kawah.
Dengan adanja laporan harian dari petugas G. Tangkuban Prahu via Tankset, pada djam 12.30 tg. 8/1 1955 dan tg. 18/1 1955. dengan waktu jang bersamaan maka pimpinan UGA setelah mengadakan penjelidikan, maka pada tgl. 25/1 1955.- jang telah lalu, penulis ditugaskan untuk mengadakan pengamatan ke gunung tersebut dintas.
Saat penyelidikan ke puncak dilakukan pada tanggal 3 Agustus 1955. Pada waktu tersebut keadaan cuaca buruk, kabut dan hujan selalu mengganggu, kadang - kadang datang angin kencang sehingga tidak bisa membuat gambar/potret yang baik.
Sebagaimana yang telah ditetapkan dalam surat kepada Yth. Sdr. Gubernur Jawa Barat No. 793/67/UGA/35/55 perihal pemeriksaan kawah G. Ciremai, maka pada tanggal 4/4/1995 berangkat dari Bandung ke Cirebon.
Solfatara G. Wayang dalam banyak segi sangat ganjil. Di sini orang melihat banyak gejala alam menjadi satu, yang sesuai dengan yang dari solfatara lain di Jawa, di sini namun tampak lebih jelas dan lebih mudah dapat diamati.
Atas perintah Sdr. Kepala Urusan Gn. Api dan jang telah disetudjui oleh Sdr. Kep. Djawatan Geologi, maka pada tg. 11 Djan. 1954, kami brangkat dari Bandung menudju ke Gn. Semeru, untuk mendjalankan tugas jang lamanja 2 bulan, akan tetapi berhubung jang mengaplos telat datangnja, karena ada sesuatu hal maka tugas kami diperpandjang 1 bulan lagi. Pengawasan Gn. Semeru dari Pos Bs. Sat, Gn. Saw…
Termasuk lanjutan pemintaan Kep. U.G.A Jogyakarta tgl 11 Mei 1954 No. 249/60/UGA/M/54 dan dengan surat perintah Kep. Djawatan Pertambangan Tjb. Jogjakarta tgl 17 Juli 1954 No. 116/Um, penulis mengerjakan Trianguleren di Pos U.G.A Krindjing.
Sehubungan dengan surat tugas No. 125/Um. tgl 28/8-1954 dari Kepala Cabang Djawatan Pertambangan Yogyakarta, beserta Sdr. Merkum maka kami mulai menyelenggarakan bunyi pasal 2 (Mengadakan peilingen ke bagian - bagian dari puncak), dari surat No. 249/60/UGA/M/54 tertanggal 11 Mei 1954 oleh Kepala U.G.A Yogyakarta.
Om tot de herstelling van de eigenlijke Keluttunnels te geraken is als startpunt in gedachten genomen het ge-hucht Bambingan (zie kaart). Dit plaatsje is het eind punt dat met een truck kan worden bereikt. Van hieruiv kan de krater te voet langs een bergpaadje in 5 uren worden bereikt. Bambingan is m.i. het meest geschikte plaatsje voor de oprichting van een kamp voor de trans-portarbeiders en …