Dalam rangka mencapai sasaran Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi Anggaran 1990/1991 penulis dengan SPPD No. 338/0441/3402/1990 ditugaskan untuk melakukan pengamatan seismik dan pemeriksaan Kawah Gunung Ciremai.
Gunung semeru merupakan salah satu gunung api aktif di Jawa Timur, yang dari sejarah letusan saja sejak tahun 1818 telah banyak menimbulkan kerusakan maupun korban manusia. Oleh karena itu, salah satu instansi yang menangani usaha penyelamatan oleh gunungapi ialah Direktorat Vulkanologi.
Sesuai rencana kerja dalam tahun anggaran 1990/1991 Seksi Pengamatan Gunungapi wilayah Jawa Bagian Timur, Direktorat Vulkanologi-Bandung, Pimpro menugaskan penulis dengan SPPD no. 977/0441/3402 untuk melaksanakan pengumpulan data pengamatan kegiatan Gunung Lamongan. Data tersebut meliputi hasil pengamatan visual dan kegempaan.
Sebagai tindak lanjut dari pencarian lokasi titik ukur ungkit kering terdahulu (lap.No.11/DV91), telah dilaksanakan pemasangan bensmark sebanyak 6 buah di lokasi sekitar Gunung Gede yang masing - masing terdiri dari 3 titik ukur ungkit kering oleh penulis bersama tim dalam bulan September 1990 dengan SPPD No. 998 s/d No. 1005/3402/1990.
Dengan SPPD No. 491/0441/3402/1990, Sdr. Sobana, Sdr.Kosim Al Sukar dan penulis dengan menggunakan kendaraan dinas No.Pol.D3511W ditugaskan ke Gunung Guntur untuk pemasangan tugu - tugu ungkit kering baru dibagian utara Gunung Guntur sebanyak 3 buah pada ketinggian 950 meter diatas permukaan laut.
Dengan merujuk pada surat Direktur Direktorat Vulkanologi nomor 330/104/DGV/90 tanggal 17 Mei 1990 tentang kegiatan Penyuluhan Vulkanologi di wilayah Jawa Timur. Pendataan kependudukan dilaksanakan pada daerah yang diperkirakan akan terancam letusan yakni antara lain di wilayah - wilayah kecamatan Klakah, Kecamatan Ranuyoso, Kecamatan Ranuagung dan sebagian daerah Probolinggo sebelah Tenggara.
Di dalam ini memuat penyelidikan metoda lapangan Gunungapi di Gunung Merapi wilayah Jawa Tengah terdiri dari penyelidikan berdasarkan kelompok kerja Geokimia, Seismik/Geomagnet, Deformasi, dan Laharan.
Sesuai dengan tugas pokok sebagaimana tercantum dalam pasal 382 Surat Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 1092 Tanggal 6 Maret 1984 Sub Direktorat Analisa Gunungapi melaksanakan pengamatan dan pengolahan laboratorium lapangan Gunung Merapi, penyelidikan Vulkano Fisika, Petrokimia dan Gas serta Instrumentasi gunungapi.
Catatan sejarah telah menunjukkan, bahwa Gunung Guntur adalah salah satu gunung api yang sangat berbahaya di antara gunung api - gunung api yang ada di Indonesia.
Dalam laporan nomor 37/DV/90 tentang pemasangan titik ukur EDM di Gunung Ciremai telah dilaporkan bahwa dari enam titik ukur yang direncanakan, baru dapat diselesaikan pemasangan 2 titik ukur dan belum terselesaikan seluruh pemasangannya.