Jaringan seismik regional center di Gunung Batur/Agung Bali terdiri 4 stasiun seismograf d kawasan Gunung Batur dan 4 di kawasan Gunung Agung, sensor yang dipasang di masing-masing stasiun seismograf adalag seismometer :4-C satu komponen yaitu komponen vertikal, data dari stasiun lapangan masih dalam bentuk analog yang setelah sampai di stasiun penerima di Pos Rendang direkam dalam bentuk kerta…
Gunung Agung di Bali merupakan salah satu gunungapi aktif di Indonesia, bertipe strato dengan komposisi magma andesitik. Puncak Gunung Agung memiliki ketinggian sekitar 3114 m di atas permukaan laut. Letusan katastofik terakhir terjadi pada 19 Februari 1963 dan proses erupsi itu baru berakhir pada Januari 1964. Tipe letusan diataranya diwarnai dengan adanya awan panas letusan yang menelan korba…
G. Agung terkenal dengan letusan besar pada tahun 1963 yang menewaskan 1.148 orang. Disamping itu G. Agung sangat berperan didalam kehidupan beragama bagi umat Hindu Di P. Bali, dan juga merupakan daerah tujuan wisata. Sebagaimana gunungapi yang mempunyai sifat letusannya yang besar, G. Agung mempunyai sifat denga periode istirahat yang cukup lama.
G. Inelika merupakan salah satu gunungapi katif tipe A yang berada di Pulau Flores, Kabupaten Ngada (Bajawa), Flores Tengah, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai G. Inelika dari Kota Bajawa sangat mudah sekali, karena sarana pencapainnya telah ada, baik dengan menggunakan roda dua maupun roda empat. Dari Kota Bajawa kita menuju ke arah utara yaitu jalur ke Desar Gou dengan jarak ke loka…
G. Batur merupakan salah satu gunungapi teraktif di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. G. Batur (1717 m) bertipe strato terletak di dalam Kaldera Batur purba yang berdanau. Kaldera ini mempunyai luas 13,8x10 km2 dan danau yang terletak disebelah timur-tenggara berbentuk bulan sabit mempunyai luas 2,5x7,5 km2, tinggi permukaan danau sekitar 1031 m dari permukaan laut.
Jumlah gunungapi yang dipantau/diamati secara visual maupun kegempaan oleh Seksi Pengamatan Wilayah Bali dan Nusatenggara untuk saat ini sebanyak 21 gunungapi yang tersebar di beberapa pulau. Ke 21 gunung api tersebut diamati secara menerus baik secara visual (pemeriksaan kawah) maupun dengan kegempaan. Seismograf yang di pasang di setiap gunungapi telah beroperasi lama, sehingga sering mengala…
Dalam rangka meningkatkan peranan pos-pos pengamatan gunungapi (pos PGA) di wilayah Bali dan Nusa Tenggara baik dari sumber daya manusia maupun teknologinya maka dibentuklah Pos PGA Agung di Rendang, Karangasem-Bali sebagai "Bali Regional Centre" (BRC). BRC ini sampai saat ini mempunyai tugas memantau secara terintegrasi Gunungapi Batur dan Gunungapi Agung.
Gunung Batur merupakan salah satu gunungapi aktif di Indonesia. Interval waktu letusannya berkisar antara 1 -34 tahun. Dalam sepeuluh tahun terakhir gunungapi ini telah mengalami dua kali perioda meletus yakni pada Agustus 1994 hingga Mei 1995 dan November 1997 hingga Juli 2000. Ke dua letusan tersebut diwarnai dengan adanya semburan-semburan abu dan pasir serta bom-bom vulkanik dengan radius l…
Metoda seisimik adalah salahsatu metoda yang dipakai untuk memantai aktvitas Gunungapi dimana metoda ini telah terbukti berhasil dalam mendeteksi gejala awal dari suatu letusan. Metoda seismik ini sangat tergantung pada kondisi peralatan dari jaringan seismik dilapangan, sehingga akan sangat berpengaruh terhadap akurat data yang dihasilkan. Agar kwalitas data yang dihasilkan tetap akurat.
Pengembangan peralatan untuk regional center adalah pekerjaan menerus sebelum ditemukan suatu sistem pemantauan yang kuat, tahan lama, mudah dioperasikan dan mudah dalam pengelolahan data serta mampu memberikan data real time. Hal inilah yang selama ini dikembangkan oleh BPPTK Yogyakarta di RC Bali terutama dalam pengembangan pemantauan seismik.