Kegiatan pengumpulan data ditujukan untuk mengetahui/mengikuti perkembangan akhir kegiatan G. Colo dan perkembangan pemukiman setelah 13 tahun pulau itu kosong penduduk akibat letusan pada tahun 1989. Data yang terkumpul itu merupakan dasar untuk mempertimbangkan upaya penyelamatan penduduk dan harta bendanya melalui suatu mekanisme pengungsian yang relatif aman, mudah dan benar.
Berdasarkan berita bulan Januari 1996 bahwa G. Sakora di P. Una-una meletus (berita kawat terlampir) pada bula Februari 1996, Seksi Pengamatan Gunung api Sulawesi dan Maluku mengirimkan petugas untuk melakukan pengecekan di lapangan, ternyata berita tersebut tidak benar. Berita tersebut sesungguhnya bermula dari ketidaktahuan penduduk tentang gunung api. Seorang penduduk melihat asap di puncak …
Gunungapi Karangetang saat ini merupakan gunungapi yang paling aktif di Sulawesi utara. Gunungapi Karangetang dikenal juga sebagai api Siau atau G. Awoeh (Kusumadinata, 1979), termasuk dalam busur gunungapi kepulauan Sangihe. Terletak di daerah pertemuan beberapa lempeng kontinen, menyebabkan kompleksnya struktur geologi daerah tersebut dan merupakan sumber-sumber gempa tektonik yang dapat memi…
gunungapi awu mempunyai luas 135 km persegi terletak di bagian utara dari pulau sangihe Besar. Kecuali bagian sebelah Tenggara, jaringan lerengnya melandai teratur ke lautan yang mengelilinginya. Berdasarkan catatan sejarah aktivitas, G. Awu lebih didominasi oleh letusan freatik tetapi tercatat juga beberapa kali letusan magmatik dengan mengeluarkan awan panas.
G. Awu merupakan salah satu gunungapi aktif yang terletak paling utara di Propinsi Sulawesi Utara, tepatnya di ujung baratlaut P. Sangir Besar. Secara administratif G. Awu berada di Kabupaten Sangir Talaud, Propinsi Sulawesi Utara. Tipe gunungapi ini adalah strato dengan kawahnya, mempunyai ketinggian puncak 1320 m di atas permukaan laut (mdpl). atau 3300 m di dasar laut sekitarnya. Sedangakan …
Letusannya G. Lokon cenderung bertipe letusan Strobolian-vulkanian. Produk Gunungapi Lokon atau di kawah tompaluan berupa lava, aliran piroklastik dan jatuhan piroklastik. Produk tersebut sangat membahayakan karena sangat dekat dengan aktivitas masyarakat. Bila terjadi letusan besar, maka bahaya utama letusan G. Lokon atau bahaya primer (bahaya langsung akibat letusan) adalah luncuran awan pana…
Kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan otonomi daerah akan berimplikasi terhadap upaya pemerintah daerah setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang dimilikinya. Khusus daerah yang berada di kawasan gunungapi, pemanfaatan lahan dan sumberdaya gunungapi lainnya akan menjadi salah satu alternatif dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah.
Kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan otonomi daerah akan berimplikasi terhadap upaya-upaya pemerintah daerah setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang dimilikinya. Khusus daerah yang berada di kawasan gunungapi, pemanfaatan lahan dan sumberdaya gunungapi lainnya akan menjadi salah satu alternatif dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah.
Gunung Lokon (1580 m dpl) merupakan salah satu gunung api aktif yang terletak di wilayah Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Secara geografis berada pada posisi 1° 21' 30" Lintang Utara dan 124° 47' 30" Bujur Timur (Gambar 1). Di sebelah utaranya terdapat sebuah gunung yang disebut Gunung Empung (1340 m dpl). Pusat kegiatan Gunung Lokon terletak pada lereng bagian utara Gunung terseb…
Berbagai metode penyelidikan telah diterapkan untuk mengetahui dan mengenali karakteristik suatu gunung api. Geologi, geofisika, Geokimia didukung oleh sistem instrumentasi dan sistem satelit terus melakukan studi agar sistem pemantauan terhadap gunung api dapat membuahkan hasil. Metoda seismik, hingga kini diakui sebagai ujung tombak dalam peman taun suatu gunungapi, terbukti kehandalan metoda…