Maksud dan tujuannya yaitu merekam semua perkembangan di dalam kawasan rawan bencana G.Bur Ni Telong, sistem pemantauan kegiatan vulkanik dan kesiapan pemerintah setempat termasuk masyarakatnya dalam menghadapi kemungkinan terjadinya letusan G. Bur Ni telong - Aceh.
Bencana alam akibat letusan gunungapi sangat menakutkan, namun dibalik keganasan gunungapi tersebut, banyak keuntungan yang diperoleh, diantaranya adalah: Kesuburan tanah yang disusun oleh rempah vulkanik, keindahan panorama alam yang indah serta memikat, akibatnya banyak orang yang ingin menikmati serta menempati daerah tersebut, sehingga menimbulkan pertumbuhan dan kepadatan penduduk yang cuk…
Di awal tahun 1990-an minat para wisatawan dari mancanegara dan nusantara untuk kembali ke alam (back to nature) semakin bertambah. Keinginan wisatawan ini harus dimanfaatkan dan dikelola dengan baik menjadi salah satu komoditi untuk meningkatkan pendapatan devisa negara maupun pendapatan asli daerah. Hal ini sangat memungkinkan karena kita mempunyai sumber daya alam dan budaya yang beragam. Sa…
Pada Juni 1996 satu Tim dari Direktorat Vulkanologi melakukan kunjungan ke G. Anak Krakatau untuk pemeriksaan dan perbaikan alat yang ditempatkan di lapangan. Sampai laporan ini diturunkan, G. Anak Krakatau masih menunjukkan Selatan yang kegiatan letusannya dengan tinggi berkisar antara 100 sampai dengan 800 m di atas kawah. Kegiatan tersebut dimulai sejak Nopember 1992 kemudian berhenti selama…
Selama Tahun Anggaran 1998/1999 telah dilakukan penyelidikan dan pemasangan alat pemantauan gunungapi di beberapa gunungapi-gunungapi aktif di wilayah propinsi Aceh. Gunungapi yang diteliti meliputi Gunungapi Seulawah Agam di Kabupaten Aceh Besar (Janto), Gunungapi Peuet Sague di Kabupaten Pidie (Sigli), dan Gunungapi Burni Telong di Kabupaten Aceh Tengah (Takengon).
G. Burni Telong termasuk kedalam wilayah Kabupaten Aceh Tengah, Takengon, terletak pada posisi 4°46'00" Lintang Utara dan 96°48'00" Bujur Timur. Tinggi puncaknya 2624 m dari permukaan laut. G. Burni Telong yang mempunyai kawah A, B, dan C pada puncaknya sebenarnya merupakan krucut gunungapi yang tumbuh dilereng selatan Gunung Geureudong.
G. Sumbing merupakan gunungapi bertipe strato terletak di wilayah Kabupaten Sarko, (Sorolangun Bangko), Propinsi Jambi. G. Sumbing termasuk gunungapi aktif tipe A mempunyai ketinggian lk. 2508 m di atas muka laut. Di sebelah timurnya terdapat G. Hulu Nilo dengan ketinggian Ik 2469 m di atas muka laut. Posisi geografi puncak G. Sumbing adalah 2°25' Lintang Utara dan 101°44' Bujur Timur.
G. Tandikat termasuk gunungapi aktif berbentuk strato dengan ketinggian puncak mencapai 2438 m di atas muka laut, sekitar 1740 m di atas dataran tinggi Padang. Posisi geografis puncaknya adalah 0°25'57.30" Lintang Selatan dan 100°19'01.69" Bujur Timur. Secara administratif tubuh G. Tandikat terletak di Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat
Secara visual dan kegempaan, kegiatan vulkanik G.Kerinci pada bulan Juni 1997 berada dalam keadaan AKTIF NORMAL. Hasil pengamatan kawah puncak menunjukkan adanya perubahan pada bibir kawah, yang semakin melebar dibandingkan hasil pengamatan sebelumnya. Pelebaran ini mungkin di akibatkan oleh terjadinya peningkatan kegiatan berupa letusan abu pada bulan Mei 1997.