Evaluasi akhir keadaan G.Kelut disusun guna menentukan tahap kegiatannya. Evaluasi ini dilakukan sebagai langkah lanjut laporan letusan G.Kelut 10 Februari 1990 yang ditulis oleh Koordinator Tim Vulkanologi G.Kelut pada 27 Maret 1990.
Dokumen ini berisi kumpulan ringkasan laporan dari lokakarya/pertemuan rehabilitasi Gunung Kelut pada tahun 1990
Gunung Kelut terletak di antara Gunung Wilis (+2562 m) dan G. Kawi (+ 2651 m), berderet arah barat daya timur laut di kawasan kabupaten Kediri dan Blitar, Jawa Timur. Tinggi Gunung Kelut hanya + 1731 m di atas muka laut, namun Gunung Kelut mempunyai kawah yang aktif, tidak demikian halnya dengan kedua gunung api lainnya.
Atas persetudjuan Pimpinan Pusat Pendjagaan Kerapi (P.P.M.) Jogjakarta dan dengan surat perintah dari Kep. Djawatan Geologi Bandung tertanggal 24 September 1955 No.594/55, penulis disertai dengan Sär2. Sudarso dan Hadijono mengadakan pengukuran dengan kyker B.T.M. di G.Kelut.
Dengan surat perintah kepala direktorat geologi No.181/S/1966 tertanggal 28 April 1966, penulis ditugaskan untuk mengadakan survey ke G. Kelut setelah terjadinya letusan dasyat dan tiba-tiba pada tanggal 26 April 1966, jam 20.15 WIB.
Pada akhir bulan Februari 1965 didpat berita dari seketeratis Menko Kesejahteraan, drs. Sudarsono, tentnag rencana perjalanan J.M. Menteri Sosial ke daerah Jawa Timur pada tgl 22 Maret 1965. Didalam acara termasuk a.l. peninjauan-peninjauan ke G. Kelut dan G. Semeru
Dalam perioda Pelita ke IV tahun anggaran 1988 1967, te lah diberangkatkan satu tim Pemetaan Daerah Bahaya Gunungapi dari Seksi Penanggulangan Bahaya Gunungapi, Subdirektorat Pemetaan Gu -nungapi, Direktorat Vulkanologi ke G. Gede. Tim pemetaan terdiri dari S.Dirasutisna (SPPD no. 2191/0441/3402/89), S. Wikartadipura (SPPD no. 2192/0441/3402/89) A.S. Sumpena (SPPD no. 2193/0441/3402/89) dan Sap…
Dalam bulan djuni 1965, oleh bagian vulkanologi direktorat geologi bandung telah ditugaskan sebuah team untuk mengadakan/melakukan pemetaan geologi G. Kelut dan sekiatanya. Pemetaan mana merupakan salah satu bahan skripsi sdr. Liek Pardyanto, sebagai mahasiswa tugas belajar di ITB.
'He is above evrything treacherous; sneaky as a reptile, gloomy as a 'fairy tale of mourning; apparently he is restful even years and 'years, and therefore again alluring to trust, until he on the most unexpected moment bursts open, his terrible muzzle dilates, and the 'most horrible imaginable prehistoric monster vomits many horrors." In this way Vissering portrays us the psychology of the Kel…
Dengan Surat Perintah Perjalanan Dinas No. 1295/F/1984, tertanggal Bandung 31 Juli 1984, penulis dan Sdr. Sugiyo (dengan Surat Perintah Perjalanan Dinas No. 1429/P/1984, tertanggal Bandung 9 Agustus 1984) pada tanggal 3 Agus tus 1984 penulis berangkat dari Bandung dan Sdr. Sugiyo berangkat tanggal 11 Agustus 1984. Biaya yang diperlukan, dipakai anggaran Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gu - n…