Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu di puncak G.Merapi dimakudkan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan tingkat kegiatan G.Merapi akhir akhir ini, yang tampak secara visual di puncak. Khususnya letusan 15 Juni 1984.
G.Merapi terletak di dua Provinsi yaitu Jawa Tengah dan DIY, mempunyai ketinggian 2.911 m di atas permukaan air laut. Gunung ini merupakan salah satu gunung api yang boleh dikatakan paling aktif di Indonesia. Karena padatnya penduduk di sekitarnya, sehingga akibat kegiatannya banyak menimbulkan korban manusia.
Berdasarkan SPPD no. 3776/P/84 kami bersama para Pengamat dari Pos Pengamatan G.Merapi ditugaskan untuk melakukan pengamatan, pemeriksaan,serta pengukuran suhu solfatara di G.Merapi.
Pengamatan seismik G. Kelut menggunakan sistem tripartit secara permanen. Sistem tersebut juga dilengkapi dengan dua komponen datar yang ditempatkan di Bambingan, satu lokasi dengan salah satu komponen tegak dari jaringan tripartit. Penugasan Penulis
Maksud pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu di Puncak G. Merapi pada tanggal 1 -10 Mei 1984 adalah guna mengetahui tingkat kegiatan yang tampak secara visual pada waktu pemeriksaan.
For June Merapi report will be presented special in report of meeting about June 1984 Merapi activity because all data during the month was taken directly from the field or observatory
In April and May 1984 rockfalls and glowing clouds from the active lava dome were continued to be observed traveliing a maximum distance of 1.5 KM from the summit toward Batang Valley.
Tanggal 9 s/d 23 November 1983 penulis melakukan penelitian sungai - sungai bagian barat daya Gunung Merapi. Penelitian ini didasarkan adanya luncuran awan panas guguran pada 5 Oktober 1983 serta 6 November 1983.
Kerja praktek di G.Merapi dilaksanakan selama 25 hari dengan melakukan beberapa pekerjaan yang terdiri dari : (1) Pengukuran topografi; (2) Pengamatan visual dari Ngepos maupun Plawangan; (3) Melakukan pembacaan seismogram (rekaman) dan analisa gempa; (4) Pemeriksaan daerah laharan dan aliran sungai serta meninjau daerah yang merupakan contoh usaha penanggulangan terhadap bencana letusan gunung…
Dalam bulan November ini telah dilakukan perbaikan terhadap perangkat unit battery yang di G. Malang karena setelah dilakukan pemeriksaan ternyata sel bettery kering ada yang rusak, dan hal ini bisa menyebabkan pedeteksi kemagnetan tidak sempurna.