G. Lewotobi Laki-laki dan G. Lewotobi Perempuan adalah gunungapi aktif di P Flores. Secara administratif kedua gunung tersebut terletak di Keca,atan Wulanggitang. Kabupaten Flores Timur, Nusatenggara Timur. G. Lewotobi Laki-laki berbentuk kerucut runcing, tingginya 15854 m dpl. Kawahnya berdiameter 400 m berbentuk bulan sabut, terbuka ke arah utara. erupsi G. Lewotobi Laki-laki diketahui sejah …
G. Rinjani terdapat di P. Lombok bagian utara, termasuk Propinsi Nusa Tenggara Barat, mencakup 3 Kabupaten yaitu Kab. Lombok Timur, Kab. Lomboh Tengah dan Kab. Lombok Barat. Puncak G. Rinjani memiliki ketinggian 3725 m diatas permukaan laut. Mempunyai kaladera berukuran 4800 m x 3500 m dimana didalamnya terdapat danau berukuran 2800 x 2400 m. Di sebelah timur danau terdapat kerucut muda G. Baru…
Keberadaan gunungapi aktif di Indonesia kegiatannya selalu dipantau secara terus menerus, dengan menggunakan beberapa metoda. Selama ini pengamatan gunungapi menggunakan metoda visual serta kegempaan, juga ada beberapa gunungapi ditambah dengan menggunakan sistim ARGOD (satelit) dengan metoda kegempaan atau deformasi, diantaranya adalah G. Iya.
Gunungapi Batur adalah salah satu gunungapi aktif di Pulau Bali, dengan ketinggian puncaknya kurang lebih 1717 meter di atas permukaan laut. Gunungapi Batur merupakan suatu komplek gunungapi yang memiliki banyak titik erupsi, yang semuanya terdapat di dalam kaldera. Akibat aktifitasnya telah menghasilkan kaldera yang didalamnya terdapat sebuah danau dan kerucut yang di puncaknya terdapat bebera…
Gunungapi Egon merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A dari 18 Gunungapi aktif yang terdapat di Flores. Secara administratif, G. Egon termasuk wilayah Kecamatan Wae Gete, Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan puncak tertinggi 1703 m dpl. Berdasarkan catatan sejarah, antara tahun 1888 sampai 1891, dan pada tahun 1892, pernah teramati tiang asap di atas puncak gunung egon.
Pengamatan Seismik G. Agung dan G. Batur dipusatkan di pos pengamatan terpadu (regional center) di Rendang. Sinyal seismik dari masing-masing station dipancarkan ke Pos Pengamatan terpadu di Rendang dalam bentuk analog. Selanjutnya sinyak seismik tersebut diubah menjadi data digital. Gempabumi yang terekam oleh seismograf dalam periode Agusttus 2000 - Januari 2001 umumnya gempa tektonik.
Dalam Mei 2000 telah dibangun sebuah regional center di Rendang untuk memantau kegiatan gunungapi di P. Bali dan Lombok. Dalam tahap awal telah dapat dipantau dua gunung yaitu G. Agung dan Batur dengan metoda seismik. Dalam metoda seismik tersebut telah dioperasikan 8 station seismometer di G. Agung dan Batur. Signal gempa dari 8 station tersebut dipancarkan ke Rendang.
Asap kawah teramati putih tebal, tingginya antara 50 - 700 m di atas kawah, relatif sama dibanding minggu lalu. Suara gemuruh sudah tidak terdengar lagi. Gempa vulkanik-dalam meningkat jumlahnya dibanding minggu lalu. Sedangkan tremor sudah tidak terekam lagi sejak tanggal 30 Januari. Berdasarkan data visual sampai dengan tanggal 4 Februari, kegiatan letusan G.Inelika cenderung menurun.
Asap kawah teramati putih tebal, tingginya natra 100 - 500 m di atas kawah, menurun dibanding minggu lalu. Suara gemuruh sudah tidak terdengar lagi. Gempa vulkanik dan tremor masih terekam oleh seismograf. Jumlah gempa vulkanik relatif sama dengan minggu lalu. Begitu pula amplituda tremor relatif sama yaitu antara 0,3 - 1,2 mm. Sedangkan gempa tektonik agak meningkat.
G. Inelika terletak di Kabupaten Ngada, Flores Tengah dengan Tinggi puncak G. Inelika 1559 m di atas muka laut. Satu-satunya letusan yang diketahui dalam sejarah yaitu terjadi dalam Nopember 1905. Letusan berlangsung selama 5 jam. letusan bersifat esplosif. Daerah yang langsung ditimpa oleh bahan lepasnnya adalah 106800 m2. Dalam kondisi normal tidak terlihat kepulan asap solfatara di kawahnya.