Sebagai salah satu gunungapi aktif di Indonesia, G. Papandayan memiliki karakteristik erupsi freatik dan freato-magmatik. Setalh erupsi 2002, aktivitas vulkanik G. Papandayan masih berfluktuasi. Setelah erupsi 2002, aktivitas vulkanik G. Papandayan menjadi level II (waspada) sejak tahun 2008 ketika terjadi peningkatan kegempaan.
Gunungapi Tangkuban Parahu merupakan gunungapi aktif strato yang memiliki 9 kawah. Dua kawah utama di puncak adalah K. Ratu dan K. Upas berdiameter masing-masing sekitar 1000 m dengan kedalaman kawah sekitar 400 m. secara administratif terletak di dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Erupsi G. Tangkuban PArahu yang tercatatat dalam sejarah adal…
Gunungapi Guntur adalah nama sebuah puncak dari suatu kelompok gunungapi yang tediri atas beberapa kerucut, yaitu: G. Masigit (2248 m) yang merupakan kerucut tertinggi, G.Parukuyan (2135 m), G. Kabuyutan (2049 m) dan G. Guntur (1801 m). Dari data sejarah letusan antara tahun 1800 sampai 1847 tercatat tidak kurang dari 21 kali letusan. Letusan itu berulang-ulang dalam tempo pendek, berlangsung p…
G. Tangkubanparahu adalah gunungapi strato tipe A yang berada dekat dengan pusat ibukota Provinsi Jawa Barat, yaitu Kota Bandung. Di bagian puncak G. TangkubanParahu terdapat 9 buah Kawah yaitu: Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah Baru, Kawah Lanang, Kawah Ecoma, Kawah Jurig, Kawah Siluman, Kawah Domas, Kawah Jarian, dan Kawah Panguyangan Badak.
G. Tangkuban parahu adalah gunungapi strato tipe A yang berada dekat dengan pusat ibukota provinsi Jawa Barat, yaitu Kota Bandung. Di bagian puncak G. Tangkuban parahu terdapat 9 buah Kawah yaitu: Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah BAru, Kawah Lanang, Kawah Ecoma, Kawah Jurif, Kawah Siluman, Kawah Domas, Kawah JArian, dan Kawah Panguyangan badak.
Gunung Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato yang memiliki beberapa kawah aktif diantaranya : kawah Emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan kawah Baru. Erupsi yang tercatatan diantaranya pada tahun 1772, 1923-1925, 1942 dan 2002. Pada erupsi tahun 1772 longsor dan awan panas terjadi menyebabkan 2951 orang menjadi korban. PAda erupsi terakhir tahun 2002, terjadi 3 episode erupsi.
Gunungapi Guntur adalah nama sebuah puncak dari suatu kelompok gunungapi yang disebut dengan Komplek Gunung Guntur. Komplek Gunung Guntur ini terdiri atas beberapa kerucut, yaitu Gunung Masigit (2249 m) yang merupakan kerucut tertinggi. Ke arah tenggara dari Gunung Masigit terdapat kerucut Gunung Parukuyan (2135 m), Gunung Kabuyutan (2048 m) dan Gunung Guntur.
Ciremai merupakan gunungapi Kaurter aktif dan memiliki sejarah letusan yang tercatata sejak tahun 1698. Secara administratif berada di Provinsi Jawa Barat, mencakup kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka. Erupsi G. Ciremai tercatat terakhir kali terjadi tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga erupsi 1772, 1775 dan 1805.
Gunungapi Salak adalah salah satu gunungapi tipe A yang ada di Jawa Barat. Karakter letusan Gunung Salak adalah letusan freatik di kawah pusat dan erupsi samping. Gunung salak juga memiliki beberapa potensi pariwisata serta pertanian yang mengundang banyak penduduk di sekitarnya yang mengakibatkan naiknya tingkat kerawanan bencana dan kerentanan bahaya erupsi gunungapi di kawasan tersebut.
Ciremai merupakan gunungapi Kuarter aktid dan memiliki sejarah letusan yang tercatat sejak tahun 1698. Secara umum di bawah mikroskop batuan G., Ciremai menunjukkan tekstur porfiritik yang kuat, dengan fenokris plagioklas yang mendominasi, serta klinopiroksen yang kaya Ca, ortopirokse, olivin, titanomagenetit dan hornblenda (CA-amfibol). Dari hasil penelitian terdahulu diketahui bahwa mayoritas…