Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui perubahan kegiatan vulkanik dengan membandingkannya dengan hasil pemeriksaan sebelumnya. Dalam pemeriksaan ini alat - alat yang digunakan ialah termometer maksimum ukuran 400'C dan 120'C, dan peta topografi puncak/kawah G.Gede.
Berdasarkan surat perintah No. 1203/P/80, penulis melakukan pemeriksaan dan pengukuran suhu G. Tangkubanparahu.
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu adalah salah satu cara untuk mengetahui perubahan kegiatan gunungapi pada waktu itu.
Pemeriksaan G.Sleamet berupa pengukuran suhu dan melihat keadaan kawah untuk mengetahui kegiatan gunungapi pada waktu ini dibandingkan dengan sebelumnya. Adapun alat yang dipakai dalam pemeriksaan ini diantaranya sebuah teropong, dua buah thermometer maksimum 400'C, kompas dan peta topografi kawah G.Selamet
Gunungapi dengan tipe strato ini terletak di- daerah Kabupaten Cirebon pada posisi 6.534 1.s. dan 108.24 B.T. Pada kawah utama terdapat dua dasar kawah, kawah kasepuhan dan kawah kanoman, sebelum mencapai kawah utama disebelah baratnya terdapat bekas lobang le- tusan yang telah dikenal dengan nama Gua Walet.
Laporan ini berisi pelaporan mengenai perjalanan di gunung Ciremai dengan menyebutkan waktu, suhu, serta ketinggian.
Sebagai tindak lanjut/kelanjutan dari pengukuran deformasi jarak horizontal Gunung Tangkubanparahu. Maka awal bulan Agustus 1986 dilakukan pengukuran ulang terhadap titik ukur deformasi baik yang mobile maupun yang permanent dengan menggunakan peralatan Range Master III dan distomat (DI 20).
Pemetaan geologi dilakukan untuk mengumpulkan data - data geologi mengenai gunungapi Talagabodas berdasarkan hasil penafsiran foto udara yang didukung dengan penelitian di lapangan, meliputi : jenis batuan, baik sebaran maupun posisinya, morfologi dan pola aliran sugai serta pola struktur.
Morfologi gunungapi Wayang Windu diduga berada pada zona depresi yang tumbuh dan berkembang secara bebas, dimana batas dengan morfologi sekitarnya dipisahkan oleh suatu morfologi yang hampir datar yang diperkirakan sebagai akibat adanya strukur geologi.
Pemantauan ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kegempaan tersebut terhadap kegiatan vulkanik di Komplek Dieng, yaitu dengan melihat dan mempelajari gempa - gempa yang tercatat pada seismogram.