Hasil dari penyelidikan ini selain ada penambahan daerah yang dipetakan yaitu daerah bagian Barat, Timur dan Uta-ra puncak Galunggung serta beberapa batas daerah sekitar nya, juga terdapat perbaikan serta penambahan data.
Salah satu program seksi Pemetaan Geologi Gunungapi, Sub direktorat Pemetaan Gunungapi perioda 1981 - 1982 adalah penelitian geologi Gunungapi Galunggung Jawa Barat. Di sini dilaporkan kemajuan hasil sementara pemetaan geologi daerah Gunungapi Galunggung Jawa Barat selama sebulan.
Salah satu program kesekian pemetaan geologi gunungapi, sub direktorat pemetaan gunungapi Galunggung Jawa Barat.
Sesuai dengan rencana Pelita III tahun 1981 - 1982, seksi pemetaan Geologi gunungapi dalam hal ini Bagian Proyek Geologi Endapan gunung api Direktorat Vulkanologi Bandung.
Pada tanggal 7 sampai dengan 21 Mei 1981 Tim dari seksi pemetaan geologi endapan gunungapi, Direktorat Vulkanologi, mengadakan perjalanan ke Gunung Semeru (Jawa Timur) dan Gunung Agung (Bali). Perjalanan ini dimaksudkan untuk mengetahui ciri endapan awanpanas serta endapan lahar baik di Gunung Semeru maupun di Gunung Agung, karena endapan yang diamati tersebut jelas tercatat sejarah.
Sesuai dengan Rencana Kerja Seksi Pemetaan Geologi en-dapan gunungapi, maka pada tanggal 16 Oktober 1980 te-lah berangkat tim pemetaan sebanyak 10 orang untuk me lakukan pemetaan daerah gunung Lawu/Kukusan dan seki tarnya.
Gunung Guntur, Papandayan dan Galunggung termasuk dalam klasifikasi gunungapi aktif tipe A, yaitu gunungapi yang pernah terjadi letusan magmatik setelah 1600 Masehi. Gunungapi tersebut terletak di Provinsi Jawa Barat.
G. Lamongan merupakan gunungapi tipe strato dengan puncak G. Lamongan dan G. Tarub (+1668,5 m), berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinngo. Terletak pada posisi geografi 70,59 Lintang Selatan dan 113,20,5 Bujur Timur. Pengamatan yang dilakukan di gunungapi tersebut berupa pengamatan seismik, yang dapat mengetahui kegiatan gempanya dan pengamatan visual serta pengukuran suhu …
Pengamatan kegiatan gunungapi dilakukan dengan tujuan untuk memantau kegiatannya, terutama hubungannya terjadinya dengan tersebut seharusnya yang suatu letusan. Pengamatan dilakukan secara berkesinambungan, sehingga data-data diperoleh dapat digunakan dasar penentuan bilamana suatu gunungapi sedang meningkat atau akan meletus. Salah satu dasar telah penafsiran suatu gunungapi meningkat kegiatan…
Pengamatan seismik di G. Anak Krakatau digunakan sistem pancar. Seismometer dan pemancar di pulau gunungapi itu mengirim- kan data ke pantai P. Jawa, ke Pos Pengamatan Gunungapi G. Anak Krakatau di Pasauran. Sistem tersebut digunakan mulai Agustus 1983. Tepat 100 tahun setelah letusan ka tastrofik yang sangat terkenal itu.