Pernahkah kita membayangkan, apa yang sebenarnya terjadi ketika bumi tiba-tiba berguncang? Mengapa gempa terjadi, bagaimana gunung bergejolak, bagaimana bumi bekerja, dan apa yang harus kita lakukan untuk menghadapinya? Pertanyaan-pertanyaan tentang bumi tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar yang dihadirkan Museum Geologi melalui Day and Night at The Museum (DNTM) pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Mengusung tema “Geofestival”, DNTM kali ini terasa semakin Istimewa karena Museum Geologi berkolaborasi dengan Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI). Kolaborasi ini menghadirkan beragam kegiatan yang mengajak masyarakat mengenal bumi dan fenomena geofisika dengan cara yang lebih dekat, interaktif, dan menyenangkan.
Salah satunya melali Talkhsow “Bumi, Gempa dan Kita”. Melalu kegiatan ini, pengunjung diajak memahami bumi dan fenomena gempa, sekaligus melihat bagaimana sikap dan perilaku kita untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Pada kesempatan tersebut hadir Presiden HAGI, Dr. Ir. Dedi Yusmen, MBA, M.Esy. dan Kepala Museum Geologi, Raden Isnu Hajar Sulistyawan, S.T.,M.T. memberikan sambutan.
Tidak hanya untuk pengunjung dewasa, Geofestival juga memberikan ruang khusus bagi anak-anak untuk belajar dengan cara yang menyenangkan dan kreatif. Museum Geologi bersama HAGI menghadirkan edukasi dan mewarnai yang mengajak anak-anak mengenal bagaimana menjadi anak tangguh dalam mengahadapi bencana. Pengunjung juga dapat mengunjungi booth pameran HAGI yang dilengkapi dengan kegiatan mewarnai doodle, sehingga informasi geofisika dapat dinikmati dengan cara yang lebih interakatif.
Dari Poster Menjadi Karya yang Dipamerkan
Suasana DNTM kali ini juga semakin Istimewa dengan hadirnya 25 tim finalis Student Poster Competition (SPC). Setelah melalui proses seleksi, para finalis mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karya mereka di Museum Geologi sekaligus mendapatkan saran dan masukan dari juri serta tanya jawab atas karya mereka.
Kehadiran para finalis tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian acara, tetapi juga menunjukan bagaimana Museum Geologi dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan ide dan pengetahuan tentang geologi melalui karya kreatif.
Dari kompetisi tersebut, terpilih tiga tim sebagai juara, yaitu:
Juara 1: Tim Athelvion Arts dari SMA Mardotillah
Juara 2: Tim geoLOGIS dari SMA Santa Angela
Juara 3: Tim AKAMSLE dari SMA Nurul Fikro
Karya-karya para finalis pun turut memberikan warna tersendiri dalam DNTM, sekaligus memperlihatkan antusiasme pelajar dalam mengenal dan mengangkat isu-isu kebumian melalui perspektif mereka.
Belajar, Bermain, dan Menikmati Museum hingga Malam
Seperti DNTM pada umumnya, Geofestival tidak menghadirkan kegiatan edukasi saja. Pengunjung juga dapat menikmati bazar UMKM yang menjadi salah satu bagian yang selalu dinantikan dalam gelaran DNTM. Beragam pilihan kuliner dan kerajinan tangan membuat kunjungan ke museum terasa semakin lengkap, terutama bagi pengunjung yang menghabiskan waktu hingga sore dan malam hari.
Menutup rangkaian kegiatan, Night Performance kembali hadir dengan pertunjukan yang menghidupakan suasana Museum Geologi hingga malam. Perpaduan antara edukasi, kreatifiktas, kuliner, dan hiburan membuat DNTM menjadi ruang pertemuan berbagai kalangan dalma suasana yang lebih santai dan terbuka.
Melalui Geofestival, Museum Geologi kembali menunjukkan bahwa belajar tentang bumi tidak harus selalu berlangsung di dalam ruangan kelas. Fenomena bumi, termasuk gempa, dapat dikenali melalui diskusi, karya kreatif, permainan, hingga pengalaman langsung bersama para ahli.
Kolaborasi bersama HAGI juga memperkuat pesan bahwa pemahaman tentang bumi dan kebencanaan merupakan pengetahuan yang penting untuk dibagikan kepada masyarakat sejak dini. Dari museum, pengetahuan tentang bumi diharapkan tidak berhenti sebagai informasi, tetapi dapat tumbuh menjadi kesadaran untuk lebih mengenali, memahami, dan bersiap menghadapi lingkungan tempat kita hidup.
Museum Geologi! Smart Museum, Smart People, Smart Nation!
Penulis: Anita Kusumayati, S.I.Kom