The The geophysical investigations of Mt. Kelud began to apply in 1978, initially with emphasis on geomagnetic survey. instrument used was the 595 Type Elsec Magnetometer with an accuracy of 18.
Melengkapi data untuk penyelidikan yang lebih teliti tentang hasil- hasil letusan gunungapi ini dan karakteristik letusannya, terutama terhadap produk letusan-letusan besarnya.
Tim Penyelidikan Geokimia Gas Komplek Dieng dengan tenaga pelaksana 2 orang terdiri Sdr.Terry Sriwana dan penulis sendiri dibantu tenaga harian setempat (2 s/d 3 orang). Waktu tugas penyelidikan diperlukan selama 10 hari. Berangkat tanggal 1 Agustus 1986 dan kembali tanggal 10 Agustus 1986, berdasarkan SPFD. No. 846/P/1986 dan No.847/P/1986.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai realisasi dari rencana kerja Tim Instrumentasi Gunungapi dalam rangka menunjang kegiatan kerja Sub Direktorat Pengamatan Gunungapi dalam hal peralatan penyelidikan. Pekerjaan lapangan berlangsung sejak 13 Juni 1986 sampai dengan 15 Juni 1986.
Tujuan utama adalah penyelidikan Geologi lapangan beserta pengumpulan conto batuan disekitar daerah Pegunungan Dieng. Kemudian akan diadakan penelitian petrografi melalui sayatan tipis dan penelitian analisis petrokimia batuan.
G. Gede merupakan gunungapi tipe strato yang terletak pada posisi geografi 6°47' L.S dan 106°59' B.T, Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur. Ketinggian dari muka laut : 2958 m (Atlas Trop. Neder). Pengukuran suhu solfatara serta pemeriksaan kawah dilakukan secara rutin oleh petugas Pos PGA Gede di Ciloto.
Sesuai dengan program kerja seksi Vulkano fisika maka pada tanggal 1 September s/d 10 September 1986, Tim Vulkano fisika, Proyek Pengembangan Labora torium Gunungapi berangkat ke G. Kelud untuk melakukan pengukuran Gayaberat. Metoda gayaberat baru pertama kali di lakukan di G. Kelud, dengan memakai alat gravitimeter La Coste et Romberg model D 117 yang mempunyai ketelitian 0,005 mgal.
tujuan utama dalam kegiatan ini adalah melengkapi data conto batuan terdahulu, yaitu pengambilan conto batuan dilereng sebelah Tenggata Gunung Papandayan
Atas catatan sejarah erupsi G. Papandayan, maka yang sangat penting dalam kegiatan gunungapi ini adalah produk letusan 1772 sebagai letusan yang menghasilkan debris apalanche. Oleh karenanya ke 4 penasihat akhli ini bersama-sama dengan tim-tim dari Pemetaan Geologi G. Api, Penanggulangan Bencana, Petrokimia bermaksud untuk menyelusurinya.
Dalam penyelidikan petrokimia di G.Kelut, Sub Tim terdiri atas Ir.M.Z. Sjarifudin (394/P/86), Rakimin IIBSc. (393/P/86), Dedu Supriadi (392/P/86) dan dibantu beberapa tenaga harian lepas setempat.