Pada 6 Juni, S. Hamidi Kasi Penanggulangan Bahaya dengan SPFD No. 320/P/80 dan B. Sulaeman asisten ahli kimia dari Sub Direktorat Laboratorium Gunungapi dengan SPPD No. 322/P/80 dibantu I. Hasan pengemudi D 5705 V dengan SPPD No. 321/P/80 ditugaskan ke Peg. Dieng selama 10 hari untuk pemetaan daerah bahaya gas racun dan perbaikan peta daerah bahaya yang dibuat tahun 1972 (Djoharman, 1972).
Pemetaan tahap kedua dilakukan mulai 3 - 28 Januari 1981. Pada kesempatan pemetaan ini diarahkan kepada pembuktian terhadap hasil - hasil yang telah diperoleh pada pemetaan tahap pertama serta perluasan daerah pemetaan. Personil pemeta tetap berjumlah lima orang seperti sebelumnya.
Maksud dari kedua pemeriksaan ini adalah untuk melihat pe-rubahan kwgiatan dan pembentukan kubah leva G.Merapi dan peruba-han keadaan sungai dan tebing-tebingnya sehubungan dengan kemung kinan terjadinya peluapan/penyeleweng /penyelewengan bila terjadi aliran la har hujan dalam musim hujan ini.
This report presents the results of a reconnaissance of the character. relative age, and distribution of products from eruptions in the Dieng Mountains region, central Java. These results are based on an 11-day field reconnaissance of the Dieng Mountains and about 2 1/2 weeks of preliminary preparation, review of pertinent literature, and report writing in Bandung.
Sesuai dengan Rencana Kerja Seksi Pemetaan Geologi en-dapan gunungapi, maka pada tanggal 16 Oktober 1980 te-lah berangkat tim pemetaan sebanyak 10 orang untuk me lakukan pemetaan daerah gunung Lawu/Kukusan dan seki tarnya.
Sigi kelandaion lereng sekitar G. Merapi dimaksudkan untuk memonitor kegiatan G. Nerapi dihubungkan dengan perubahan harga kelandaian lereng yang dihasilkan dari pengukuran kelandaiannya. Hasil pekerjaan ini terutama dituangkan dalam daftar angka menjadi grafik dan peta arah vektor kelandaiannya.
Sesuai dengan rencana kerja proyek penyelidikan dan pengamatan Gunungapi Direktorat Vulkanologi dalam PELITA III, dilakukan pemeriksaan kegiatan Gunung Lamongan.
Ulasan dari ke tiga buah conto batuan hasil ledakan G. Bromo pada bulan Juli 1980 adalah bahwa batuan ini berupa skoria dan bom gunungapi dari andesit piroksen. Pada umumnya disu-sun oleh mineral plagioklas, piroksen, bijih dan mineral pe-ngiring apatit, sedangkan masa kaca merupakan masa dasar batuan yang tidak sedikit jumlahnya.
Pada tanggal 7 Desember 1980 telah diadakan peninjauan kegiatan pengamatan G. Merapi oleh Bapak Sekretaris Jenderal Pertambangan dan Energi. Mendampingi beliau adalah Bapak Kepala Biro Hubungan Luar Negeri, Djayadi Hadikusumo, se-laku bekas pimpinan Sub Direktorat Vulkanologi, dan sebagai ahli gunungapi. Peninjauan kerja ini lebih bersifat in-cognito
Gunung Bromo yang tingginya 2329 m, terkenal di kalangan wisatawan sebagai tempat berlangsung 'Kesodo', Upacara keagamaan Hindu Budha, setiap setahun sekali bagi masyarakat Tengger.