G. Salak memang terkenal dengan letusan - letusan phreatiknya, terakhir terjadi dalam tahun 1938. Meskipun belum pernah dilaporkan terjadinya korban manusia, namun mengingat tidak tegasnya batas antara letusan magma dan letusan phreatik dan kedua duanya sama - sama dapat membahayakan, maka dianjurkan untuk pula menarik batas - batas daerah bahaya disekeliling gunungapi ini, apalagi penduduk dis…
Tujuan pembuatan laporan ini adalah memeriksa kemungkinan perubahan sekitar gunung-gunung tersebut akibat gempa bumi yang telah terjadi
Kemungkinan kegiaten 0. Gode ini semakin menurun kebagian ba wah dan muncul di bagiankaah Vadon. Suhn gas/solfatara teruiur pada saat itu berkisar 103°C. Misekitar kasah tersobut torlihat banyak aublimasi belerang bervarna kuning tua, neap sudah mulai mensbal. Rega kembali ke Cibodas melalui jalan Kandang Badak, Cisaat, Cipanas, Perspatan Curug Cibeureun dan achirnya sampai ke Kebun Raya Cibod…
Dalam rangka penelitian batuan gunung api purba G. Muria, penulis ditugaskan mendampingi tenaga ahli. Mereka adalah mahaguru Uniersitan Padjadjaran dan ITB.
Kemungkinan kegiaten 0. Gode ini semakin menurun kebagian ba wah dan muncul di bagiankaah Vadon. Suhn gas/solfatara teruiur pada saat itu berkisar 103°C. Misekitar kasah tersobut torlihat banyak aublimasi belerang bervarna kuning tua, neap sudah mulai mensbal. Rega kembali ke Cibodas melalui jalan Kandang Badak, Cisaat, Cipanas, Perspatan Curug Cibeureun dan achirnya sampai ke Kebun Raya Cibod…
Pembuatan profil2 dimulai dari arah hilir ke mudik, sedang-pembuatan profil tidak ditetapkan jarak tertentu, hanya pengamat mengambil kebijaksanaan dimana tempat - tempat yang dianggap penting serta keadaan kritis.
Pada tanggal 9 - 23 Juni 1976 SDr. Rivei Chaniago B. Sc. dan penulis ditugaskan untuk mengukur ketebalan endapan lahar di lubang penggalian fondasi dimana jembatan k. Krasak.
Dalam Penulisan ini penulis membatasi diri dalam penyuguhan data yang diperoleh sebagai peningkatan kegiatan dalam bulan November 1976
Sebelum kejadian longsoran yang dimulai pada tgl 22 September, jam 15.00 turun hujan lebat dengan curah hujan yang tercatat di Plawangan rata - rata 83 mm per jam selama lk 3 jam. Longsoran diiringi awan panas hingga sejauh lk. 6 km kejurusan K.Batang dan Bebeng.
From the last two eruptions of Mt.Kelut, i.e. in 1951 and 1966, remarkable changes of the crater bottom were recorded. After the 1951 eruption a lowering of 79 m and after the 1996 eruption up upheaval of 43 m was found to have taken place, as measured at the deepest sections of the crater.