G. Iya memiliki 2 kawah, yaitu kawah 1 dengan diameter yang relatif besar kurang lebih 75 m dan kawah 2 yang relatif lebih kecil. Data kimia gas didominasi oleh uap air yaitu mencapai 56,18% sedangkan gas lainnya relatif lebih kecil, bahkan H2S hanya mencapai 0,002. Hembusan gas sangat lemah dan tidak terdengar suara bleitzer, lapangan fumarola tidak terlalu luas, serta tidak tercium bau yang t…
Pelaksanaan kegiatan pengumpulan data ditujukan untuk mengikuti perkembangan akhir wilayah di sekitar G.Boleng dan kegiatan gunungapinya. Pendataan diutamakan masalah kependudukan, lahan-usaha, jalu sebaran bahaya yang biasanya melalui lembah dan sungai seta sarana dan prasarana yang menunjang upaya atau pelaksanaan pengungsian, melalui suatu mekanisme yang relatif aman dan benar.
Keadaan kawah/puncak G. Sangeang Api (Doro Api, 1842 mdpl), merupakan kubah lava yang tertutup jatuhan piroklastika yang diselimuti hasil sublimasi belerang, suhu maksimum solfatara tertinggi 350 C dan fomarol berkisar 55 C sampai 92 C. Gejala seismik yang tercatat, periode Juli - November 1995 tidak terjadi peningkatan gempa vulkanik, tercatat 262 kali tektonik jauh, 26 kali tektonik lokal dan…
Laporan ini merupakan realisasi hasil pemetaan geologi G.Ebulobo yang terletak di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). dimaksudkan untuk menunjang pelaksanaan Proyek Pengawasan/Pengamatan dan Pemetaan Gunungapi oleh Staf Seksi Pemetaan Geologi Gunungapi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi pada tahun anggaran 1995/1996.
Maksud penyelidikan adalah untuk mengetahui petrokimia batuan kompleks gunungapi Batur. Dengan adanya ini diharapkan dapat menambah penyelidikan tentang gunungapi tersebut. pengetahuan jadikan dasar Tujuan Penyelidikan adalah data tersebut dapat sebagai petunjuk kegiatan gunungapi di masa yang akan datang. di Batur. Gunungapi Batur berada di daerah Bali secara geografis terletak pada 08°14′3…
Pengukuran potensial diri (Self Potential = SP) di Gunung Agung telah dilakukan di 130 titik pengukuran disepanjang empat buah lintasan di tubuh Gunung Agung untuk menentukan titik-titik ukur baku. Dengan mengukur ulang titik-titik tersebut pada perioda tertentu diwaktu mendatang, diharapkan hasilnya bisa membantu metoda pemantauan lainnya untuk memonitor aktifitas gunungapi ini.