Dalam rangka program penelitian terpadu yang dilakukan oleh Subdirektorat Analisa Gunungapi, telah dilakukan pengukuran parameter - parameter geofisika yaitu gravity, geomaknit, ungkit dan SP (Self Potential). Lokasi pengukuran adalah di G.Raung. Pada waktu yang bersamaan dilakukan pula pengecekan posisi beberapa titik pengukuran pada lintasan yang dilakukan oleh team dengan menggunakan Penerim…
Penelitian petrokimia Gunungapi Gede adalah untuk mengetahui variasi komposisi kimia, mineralogi dari batuan yang dierupsikan oleh gunung tersebut baik yang dierupsikan dalam waktu sejarah maupun yang tidak tercatat dalam sejarah.
Pemetaan daerah bahaya G.Ungaran dan sekitanya dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, pada Pelita V tahun ke 5. Pemetaan ini dilakukan oleh Sub Direktorat Vulkanologi. Lama pemetaan 1 bulan dari minggu kedua bulan Mei hingga minggu kedua bulan Juni 1993.
Laporan ini membahas terkait dengan perencanaan (disain) Sistem/Subsistem/Peralatan telementri SP, Perakitan, dan Uji coba lapangan. Perencanaan dan perakitan Sistem Telementry SP telah dilakukan sejak tahun 1984, ketika Subdit masih bernama "Laboratorium Gunungapi", dengan Seksi "Geofisika" salah satu seksinya. Uji cobapun telah dilakukan meskipun, dengan hasil yang belum memuaskan, atau berar…
Pemetaan daerah bahaya G. Patuha adalah memetakan (menarik batas - batas) daerah bahaya akibat langsung dan tidak langsung jika terjadi letusan besar di Kawah Putih, karena Kawah Putih merupakan kawah aktif/titik letusan terakhir selama sejarah kegiatannya.
Daerah penyelidikan berada di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada koordinat 121°30'–121°45' BT dan 4°15'–4°30' LS. Secara geologi, wilayah ini terletak pada zona pertemuan Lempeng Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia serta dipengaruhi oleh Lempeng Filipina, sehingga memiliki kondisi tektonik yang sangat kompleks. Secara regional, daerah penelitian termasuk dalam Mandala T…
Pada dasarnya suatu letusan gunungapi disebabkan karena gangguan keseimbangan fisika dan kimia magma di bawah permukaan bumi. Setelah letusan berlangsung, keseimbangan yang baru akan tercapai kembali antara lain dengan terbentuknya sumbat lava dalam pipa kepundan.
Bertambah kecil volum air danau kawah G. Kelut, semakin terbatas pula penyebaran lahar letusan. Berdasarkan data di laporan, usaha pengurangan air danau kawah harus dilakukan secepat mungkin sebelum musim penghujan yang akan datang tiba.
Laporam ini disusun sehubungan rencana kerja proyek pengamatan/pengawasan dan pemetaan Gunung Api tahun anggaran 1989 - 1990, diantaranya pendataan informasi dan penyuluhan vulkanologi di daerah Gunung Papandayan, Gunung Kelut, Gunung Lamongan.