Merupakan rangkaian penyelidikan petrokimia di G.Kelut yang pertama dimulai sejak 12-24 Juni 1986 dengan pelak- sana terdiri atas Ir.MZ.Sjarifudin (394/P/86), Rakimin II BSc.(393/P/86), Dedi Supriadi (392/P/86) dan yang kedua dimulai 16-30 Juli 1986 terdiri atas Ir.MZ. Sjarifudin (729/P/86) dan Achmad Sutisna (730/P/86).
Penyelidikan lapangan dan pengumpulan conto batuan terpilih terutma lava - lava tahun 1888 dengan tahun 1982 dari lava puncak G. Merapi dilakukan sejak tahun 1981 - 1983.
G.Papandayan terletak di sebelah tenggara Bandung berjarak sekitar 60 km dari kota Bandung. Gunungapi ini termasuk kedalam Kabupaten Garut, bila diambil jarak lurus sekitar 16 km disebelah barat daya kota Garut. Posisi geografi 7°19' Lintang Selatan dan 107°44' Bujur Timur (Atlas Trop. Nederl.1938, Lembar 20) Tinggi di atas muka laut 2665 m sedangkan diatas dataran Garut 1950 m
Pemeriksaan lapangan dan pengumpulan conto batuan terpilih terutama lava Gunungapi Sunda dan Gunungapi Tangkubanparahu dimaksudkan untuk mengetahui parameter apa dalam olahan petrokimia yang dapat dijadikan pegangan dalam ikut serta menunjang pencegahan bahay yang diakibatkan letusan gunungapi.
Bom gunungapi skoria dan lapili letusan April - November 1982 mengandung ragam plagioklas, piroksen ortho, piroksen clino, olivin dan magnetit.
daerah yang aken dipetakan moliputi luas sekitar 240 im persegi, termasuk vilayah Karesidenan Desuki. Keta keta yang terdekat anos to nanvuwangi, Jember dan Dendowose, masing masing terletak di so henah tenggara, baratdaya dan baratlaut dari daerah yang akan dipeta- kan. Peta kerja yang dipakai berkedar 1: 25.000.
Daerah pemetaan termasuk bagian selatan G. Muria kira-kira berjarak 20km sebelah utara Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Daerah ini terdapat pola penyaluran radier dengan bentuk morfologi perbukitan bergelombang terjal dengan lembah sugai yang sempit serta dalam.