G.Kelut terletak di Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur dengan ketinggian + 1713m diatas permukaan laut. Aktivitas G.Kelut tercatat sejak tahun 1000. Sejak tahun 1900 waktu istirahat berselang antara 15 - 32 tahun. Sejak tahun 1000 - sekarang terjadi 31 kali letusan dimana pada tahun 1920 terjadi pembentukan sumbat lava.
Pengamatan seismik dan visual di Gunung Sundoro dan Gunung Sumbing pada bulan Januari hingga pertengahan Agustus 1990 tidak menunjukkan adanya kegiatan yang tampak di permukaan maupun kegiatan dari dalam gunungapi itu sendiri.
Dalam rangka kegiatan Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panas bumi tahun anggaran 1989 - 1990, Tim Penyelidikan Geokimia Panasbumi pada bulan Januari - Februari 1990 melakukan Penyelidikan Geokimia Pendahuluan Panas Bumi di daerah komplek G.Iyang Argopuro Jawa Timur.
Dua set seismograf sistem pancar tambahan yang lokasi titik - titik pantauannya ditempatkan di daerah Citiis dan Lebak Bulus. Sementara seismograf yang telah terpasang di lereng selatan G.Guntur lokasinya dipindahkan ke G.Putri, hingga membentuk suatu jaringan seismik tripartit yang dapat merekam gempa G.Guntur dengan baik.
Dokumen ini berisi kumpulan ringkasan laporan dari lokakarya/pertemuan rehabilitasi Gunung Kelut pada tahun 1990
Pengamatan seismik Gunung Lamongan dilakukan di Pos Gunung Meja. Dipakai seismograf dengan sistem pemancar gelombang radio (RTS) yaitu di setiap seismometer dilengkapi dengan pemancar untuk mengirim gelombang sinyal. Sedangkan di Pos Pengamatan dilengkapi dengan alat penerima gelombang sinyal. Seismometer dan pemancar di pasang di tiga lokasi yaitu G. Anyar (GAN), G.Grobogan (GRO), dan G. Dadap…
Berdasarkan informasi geologi di sekitar puncak Gunung Raung menunjukkan bahwa pernah terjadi letusan yang cukup dahsyat, dicerminkan oleh endapan piroklastika yang menyelimuti di sekitar lereng atas.
Sebagai tindak lanjut dari pencarian lokasi titik ukur ungkit kering terdahulu (lap.No.11/DV91), telah dilaksanakan pemasangan bensmark sebanyak 6 buah di lokasi sekitar Gunung Gede yang masing - masing terdiri dari 3 titik ukur ungkit kering oleh penulis bersama tim dalam bulan September 1990 dengan SPPD No. 998 s/d No. 1005/3402/1990.
Dalam laporan nomor 37/DV/90 tentang pemasangan titik ukur EDM di Gunung Ciremai telah dilaporkan bahwa dari enam titik ukur yang direncanakan, baru dapat diselesaikan pemasangan 2 titik ukur dan belum terselesaikan seluruh pemasangannya.
Dengan SPPD nomor 1108/0441/3402/90, tertanggal 8 Oktober L.Djoharman Bsc, Ir. Pudjo Asmoro MSc, Nanang Rahardja dan pengemudi Kosim Alsukar dengan kendaraan dinas Toyota D.7774 V, ditugaskan ke Gunung Lamongan, Kabupaten Lumajang - Jawa Timur selama 20 hari tanggal 8/10 s/d 27/10 - 1990 untuk melakukan pengukuran deformasi di sekitar lereng bagian barat guna mengetahui tingkat keaktifan Gunung…