G. Dukono merupakan salahsatu gunungapi aktif tipe A yang terdapat di Halmahera Utara dengan ketinggian puncak ± 1.087 m. Tubuh gunungapi ini menempati atau berada di wilayah kecamatan Galela dan Tobelo. Di sekitar puncak G. Dukono dijumpai beberapa pusat kegiatan vulkanik terdahulu, sebagian besar telah padam dan tidak dijumpai sisa-sisa kegiatan vulkaniknya baik berupa solfatara maupun fumar…
G. Gamalama merupakan salah satu gunungapi aktif di Indonesia yang terletak di darah kepulauan Maluku di sebelah barat P. Halmahera, Maluku Utara, dan di dalamnya terletak kota Kabupaten Ternate atau dikenal pula sebagai P. Ternate. P. Ternate merupakan pulau yang dibentuk oleh endapan material letusan G. Gamalama, yang terjadi selama pertumbuhan gunungapinya dalam kurun waktu geologi, sehingga…
G. Talang merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang berada di wilayah Sumatera Barat. Gunungapi ini sebagian besar terletak dalam wilayah Kecamatan Lembang Jaya, Talang, dan sebagian kecil lainnya dalam wilayah Kecamatan Kubung, Bukit Sundi dan Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Lokasi G. Talang secara geografis berada pada posisi 0° 58' 42,24" Lintang Selatan dan 100° 40' 46,…
Pada bulan Juni 1990 dilakukan pengamatan visual di sekitar kawah G.Slamet, pengamatan ini dimaksudkan untuk mengetahui dan membuktikan apakah ada hubungan antara rekaman gempa dengan kegiatan di sekitar kawah, yaitu dengan melakukan pendakian ke puncak G.Slamet.
Kegiatan inventarisasi bahan galian di komplek G. Cireme, meliputi sekitar kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Majalengka, Jawa Barat dibiyai oleh Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi yang telah dijadwalkan dalam tahun anggaran 1998/1999.
Pemantauan ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kegempaan tersebut terhadap kegiatan vulkanik di Komplek Dieng, yaitu dengan melihat dan mempelajari gempa - gempa yang tercatat pada seismogram.
Pengamatan lapangan kegiatan vulkanik di Kw. Ijen, yaitu untuk melihat perubahan kegiatannya. Ancaman bahaya yang paling menonjol dari kegiatan vulkanik di Kw. Ijen, adalah terhadap kemungkinan terjadinya pelepasan gas racun di sekitar lobang solfatara.
Maksud penulisan laporan ini adalah untuk melakukan evaluasi kegiatan vulkanik G.Kelut saat ini, selama perioda November 1992 s/d 10 Maret 1993. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat kegiatan vulkaniknya hingga saat ini (selama Desember 1992 s/d Maret 1993)
Minggu kedua Desember 1991 terjadi lonjakan jumlah gempa tektonik lokal, yaitu mencapai 172 kejadian, kemudian untuk memantau pengaruh tersebut terhadap kegiatan vulkanik G.Lamongan, serta kemungkinan pembentukan rekahan seperti pernah terjadi sebelumnya, maka perlu dilakukan pemantauan seismik lebih intensif dan peninjauan lapangan.
Laporan pengamatan kawah G.Slamet ini disusun berdasarkan laporan lapangan pendakian oleh Sukedi dan Sudradjat. Pendakian dilakukan pada tanggal 27 Februari - 1 Maret 1991.