Dalam rangka penelitian kegiatan gunungapi di Pulau Sumatra penulis ditugaskan untuk mengadakan survei kegiatan gunungapi Kaba yang terletak di propinsi Sumatra Baratnya. Dengan S.P.P.D. No. : 28/S/1975, kami berangkat tanggal 7 Januari 1976. sepuluh hari lamanya kami berkerja di gunungapi itu.
Berisikan gambar - gambar mengenai aktivitas krakatau
G. Peuet Sague di Aceh Sumatera Utara, termasuk salah satu gunungapi tipe A yang belum memiliki peta daerah bahaya sekitaranya. Karenanya, penulis cantumkan penelitian lapangannya selama musim kemarau tahun 1969 dalam rangka projek pelaksanaan Rencana Pembangunan lima tahun.
diterima kawat dari gubernur Sumatera Barat dan sdr. R.J. Radja Sampono bhawa g. Talang mulai tgl 10 Oktober 1967 pagi - pagi sudah meletus.
Mengingat pentingnya D.G.B. di Indonesia, yang kepulauannya penuh ditaburi oleh gunung - gunung yang berapi; maka penting sekali jika D.G.B disempurnakan, Demikian pendapatnya pemimpin D.G.B.
Dengan penunjukan surat perintah jalan nomor : 1503/S/1976, penulis ditugaskan ke G. Krakatu. Kesempatan kunjungan itu diperoleh dari "Tunas Indonesia Travel &Tours" di Jakarta, yang mengurus wisata ke G. Krakatau dan ujung kulon bersama 23 orang wisatawan dari Swiss.
Seperti pula halnya dengan g. Peuet Sague, penelitian lapangan G. Bur ni Telong yang diharapkan dapat menghasilkan suatu Peta Daerah Bahaya sementara disekitaranya, dalam tahyn pertama pembangunan lima tahun ini; tidak dapat dilangsukan dan sebagai kompensasinya pula telah dilakukan pengumpulan data mengenai gunungapi ini yang dicantumkan di sini dalam bentuk "sesuai dengan bunyi aslinya", tanp…
In the last days of Augst 1883 on of the world's largest cataclysmic eruptions took place : the volacanic complex of Krakatoa, in Sunda Strait between java and Sumatra was shattered ash as to produce striking atmospheric effects over the whole world for several years to come. To consequent tsunami devastated adjacent coasts.
Dalam rangka melaksanakan rencana kerja Kegiatan lapangan dari bagian proyek pemetaan daerah bahaya Gunungapi,, Seksi Penanggulangan Bahaya, maka ditugaskan lima orang anggota yang terbagi menjadi dua tim.
Dalam rangka pelaksanaan rencana kerja kegiatan lapangan dari bagian proyek pemetaan daerah bahaya Gunungapi seksi penanggulangan bahaya maka ditugaskan tiga orang anggotanya terdiri dari Sdr. Samud Wikartadipura, Sdr.. A.D. Sumpena dan saya.